Surabaya 16 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Webinar dalam rangka peringatan Hari Internet Aman Sedunia yang melibatkan anak-anak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah berlangsung meriah pada Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini diikuti 142 peserta dari berbagai daerah, antara lain Tuban, Surabaya, Bojonegoro, serta sejumlah wilayah di Jawa Tengah, yang aktif berdiskusi dan berinteraksi sepanjang acara.
Webinar tersebut mengangkat topik Peraturan Pemerintah Tunas sekaligus memperkenalkan buku panduan dan komik edukasi sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.
Chief Field Office UNICEF, Arie Rukmantara, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali anak-anak dengan pemahaman tentang keamanan digital, literasi internet, serta peran mereka dalam mewujudkan ruang digital yang ramah anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak dan remaja diharapkan semakin sadar untuk bersikap bijak, bertanggung jawab, serta aktif menjaga keamanan diri dan lingkungan di dunia maya.
Sejumlah narasumber turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur Sufi Agustin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jawa Tengah Ema Rachmawati, serta Arie Rukmantara dari UNICEF.
Sufi Agustin menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam melindungi anak di ruang digital. Ia mengajak anak-anak menjadi pelopor terciptanya dunia maya yang aman, nyaman, dan menyenangkan dengan membangun budaya saling menghormati serta berani melaporkan konten berbahaya maupun perundungan.
Menurutnya, melalui kegiatan Jagoan Digital, anak-anak dan remaja diharapkan mampu menjaga diri, bersikap bijak, serta menjadi bagian dari generasi internet yang lebih baik. Ia juga menegaskan pentingnya literasi digital dan keberanian melaporkan konten berbahaya, perundungan, maupun bentuk kekerasan lainnya di ruang digital.
Peringatan Hari Internet Aman Sedunia ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, forum anak, dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem digital yang aman. Diharapkan, anak-anak Indonesia, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan internet.(pca)
