Surabaya 26 April 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Momen wisuda menjadi titik akhir dalam perjalanan akademik mahasiswa. Pada wisuda ke-251 yang digelar Universitas Airlangga (UNAIR) pada Sabtu (26/4/2025), sebanyak 1753 wisudawan dari berbagai jenjang resmi dikukuhkan. Acara yang berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, Surabaya, itu turut menghadirkan perwakilan wisudawan dan alumni yang memberikan sambutan penuh makna.
Tekankan Makna “Excellence with Morality”
Fajri Irhammi, wisudawan terbaik Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika UNAIR yang telah membentuk karakter mahasiswa selama masa studi. Menurutnya, nilai moralitas dan kebermanfaatan menjadi bekal utama lulusan UNAIR untuk terjun ke masyarakat.
“Kami belajar bukan hanya teori, tetapi juga nilai-nilai seperti berpikir kritis, kepedulian sosial, dan moralitas. Kita tidak hanya ingin menjadi yang terbaik, tapi juga menjadi yang paling bermanfaat,” ucap Fajri.
Ia mengajak seluruh wisudawan untuk terus mengapresiasi diri atas perjuangan yang telah dilalui dan mengamalkan nilai Excellence with Morality dalam kehidupan setelah lulus.
Setiap Lulusan adalah Duta UNAIR
Sementara itu, Dr M Hasinuddin SKep Ns MKep mewakili Ketua Umum IKA UNAIR menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan keluarga atas pencapaian tersebut. Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari kontribusi nyata sebagai duta UNAIR di masyarakat.
“Setelah proses wisuda ini, saudara-saudara sekalian akan kembali ke dunia nyata dengan peran yang lebih bermakna. Jadilah alumni UNAIR yang membawa nama baik almamater dan memberikan kebermanfaatan bagi sesama,” ujar Hasinuddin.
Hasinuddin menyampaikan bahwa para wisudawan secara otomatis menjadi bagian dari keluarga besar alumni UNAIR. Sebagai simbolisasi, kartu IKA UNAIR diberikan kepada perwakilan wisudawan.
Hasinuddin juga mengajak para alumni untuk aktif menjaga integritas dan moralitas, mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. “Mari menjadi wisudawan yang prima dan berjiwa tanpa lupakan akhlak serta moralitas yang mulia.” tutupnya. (far)
