Surabaya 24 Oktober 2024 | Draft Rakyat Newsroom – PT BPR Jatim (PERSERODA) atau Bank UMKM Jawa Timur dan Atase Perdagangan Republik Indonesia di Tokyo telah menandatangani nota kesepahaman pada Jumat lalu (18/10/2024) untuk menjalin kerja sama dalam promosi dan ekspor produk UMKM Jawa Timur ke pasar Jepang. Penandatanganan ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank UMKM Jatim.
Plt Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, melalui siaran persnya pada Rabu (23/10/2024), menyatakan kesiapan pihaknya untuk mempromosikan produk-produk ini serta memberikan dukungan permodalan yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor. “Kerja sama ini bertujuan untuk menggali potensi dan mengidentifikasi kebutuhan pasar Jepang terhadap produk UMKM Jatim,” ungkapnya.
Melalui nota kesepahaman ini, Bank UMKM Jatim berkomitmen untuk membantu UMKM binaannya dalam promosi produk mereka dan menyediakan dukungan permodalan. Dalam hal ini, Bank UMKM tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pengusaha lokal yang ingin mengembangkan usaha mereka.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi, menekankan pentingnya dukungan untuk UMKM Indonesia agar dapat berkembang. Beliau juga menyebutkan sejumlah event besar yang akan berlangsung di Jepang pada tahun 2025, seperti Osaka Expo dan Food Expo Japan, dan mendorong Bank UMKM Jatim untuk berpartisipasi dengan membawa UMKM binaannya yang siap untuk ekspor.
Merry Astrid Indriasari, Atase Perdagangan RI di Tokyo, menambahkan bahwa meskipun ada tantangan dalam proses perizinan untuk industri makanan dan minuman, produk kerajinan dari UMKM Jatim lebih mudah diterima dan mendapatkan respons positif dari masyarakat Jepang.
Kerja sama antara Bank UMKM Jatim dan Atase Perdagangan RI mencakup dukungan dalam penyelenggaraan serta informasi mengenai kegiatan promosi ekspor produk UMKM dari Jawa Timur. Selain itu, kerja sama ini akan menyediakan materi promosi dan publikasi untuk meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar Jepang. Program pengembangan kapasitas untuk pelaku ekspor juga akan dilaksanakan, baik oleh salah satu pihak maupun melalui lembaga pelatihan ekspor seperti Export Centre Surabaya.
Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Jawa Timur, serta memperluas jangkauan pasar mereka di tingkat internasional. Produk UMKM Jawa Timur yang berhasil menembus pasar Jepang diharapkan dapat memperkuat citra produk Indonesia di mata dunia. (her)
