More
    BerandaPendidikanPantau UTBK di Unesa, Wamendikdasmen Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Perjokian

    Pantau UTBK di Unesa, Wamendikdasmen Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Perjokian

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 23 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memantau langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Kampus 2 Lidah Wetan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Rabu, 22 April 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan ujian berjalan sesuai prosedur dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran.

    Dalam tinjauannya, Wamen Atip menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan UTBK di Unesa pada hari kedua berjalan tertib tanpa ditemukan pelanggaran prosedur oleh peserta di dalam ruang ujian. Namun, ia memberikan perhatian serius terhadap temuan praktik perjokian yang terdeteksi pada hari pertama (21/4/2026).

    “Kasus tersebut melibatkan pemalsuan identitas. Ini adalah pelanggaran serius yang harus diproses secara tegas. Tidak hanya joki, tetapi peserta yang menggunakan jasa joki juga akan dikenai sanksi berat berupa diskualifikasi hingga konsekuensi hukum pidana atas pemalsuan dokumen,” tegas Wamen Atip.

    Ahli hukum internasional tersebut menambahkan bahwa pelaku tidak akan diberi kesempatan mengikuti jalur seleksi mandiri. Bahkan, jika kecurangan baru terdeteksi setelah peserta menjadi mahasiswa, Unesa berhak memberhentikan yang bersangkutan secara tidak hormat.

    Pantau UTBK di Unesa, Wamendikdasmen Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Perjokian

    Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi menjelaskan bahwa praktik perjokian tersebut berhasil digagalkan berkat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Sistem mengidentifikasi kemiripan wajah hingga 95 persen pada dua data pendaftaran yang berbeda.

    “Tim kami mencurigai adanya penggunaan foto lama dari pendaftaran tahun sebelumnya yang digunakan kembali dengan identitas berbeda tahun ini. Analisis AI membantu kami melakukan verifikasi data secara presisi sebelum ujian berlangsung,” ungkap Martadi.

    Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku direkrut oleh jaringan tertentu dan dibekali dokumen palsu berupa KTP serta ijazah yang telah dimanipulasi fotonya namun memiliki stempel basah yang tampak autentik. Pihak Unesa juga telah melakukan verifikasi silang ke sekolah asal peserta terkait untuk memastikan adanya manipulasi data tersebut.

    Menutup keterangannya, Martadi mengimbau kepada seluruh peserta agar tetap percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur tawaran pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan melalui cara-cara instan atau ilegal.

    Ia kembali menegaskan bahwa sistem seleksi saat ini telah dirancang dengan pengawasan yang sangat ketat, sehingga kejujuran dan persiapan akademik yang matang merupakan satu-satunya kunci untuk meraih kesuksesan dalam UTBK. Peserta diharapkan fokus pada pengerjaan soal dan tidak merusak masa depan mereka dengan melakukan tindakan kecurangan yang justru akan berujung pada sanksi akademik hingga konsekuensi hukum yang berat. (bry)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru