More
    BerandaPendidikanAdista Wahyu, Mahasiswa FTMM UNAIR Ikuti Program Riset TEEP di NTU Taiwan

    Adista Wahyu, Mahasiswa FTMM UNAIR Ikuti Program Riset TEEP di NTU Taiwan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 31 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR), Adista Wahyu Kristian, berhasil lolos seleksi menjadi peserta Taiwan Experience Education Program (TEEP) di National Taiwan University (NTU) pada bulan Maret – Juni 2026. TEEP merupakan program magang riset bagi mahasiswa internasional di berbagai universitas maupun perusahaan terkemuka di Taiwan, salah satunya NTU.

    Adista menjelaskan bahwa ia mendapatkan tawaran untuk mengikuti program tersebut melalui koordinator program studi (kaprodi). Ia kemudian bergegas menyiapkan seluruh dokumen dan mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi.

    “Saya mendapatkan arahan dari kaprodi untuk mempersiapkan diri mendaftar program ini. Terdapat dua tahap seleksi, yakni berkas dan wawancara. Saya hanya diberi waktu satu bulan untuk mempersiapkan semuanya. Sejujurnya, saya merasa sedikit kesulitan pada seleksi wawancara, tetapi berkat persiapan yang matang sehingga saya dapat mengatasinya dengan baik,” ujarnya.

    Alasan Memilih National Taiwan University

    Program TEEP merupakan inisiasi Kementerian Pendidikan Taiwan yang menyediakan berbagai manfaat, salah satunya beasiswa biaya hidup. Selain itu, program ini mencakup berbagai bidang terutama Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

    NTU dipilih oleh Adista sebagai tujuan program TEEP bukan tanpa alasan. Ia mengaku memiliki beberapa pertimbangan kuat untuk meningkatkan pemahaman dan mengasah kemampuan yang dimiliki, khususnya di bidang elektro.

    “Terdapat beberapa alasan mengapa saya memilih NTU pada program ini. Di antaranya ingin mempelajari lebih dalam bidang elektro yang saya tekuni, fasilitas yang lengkap, lokasi strategis yang mudah diakses transportasi umum, reputasi akademik NTU yang unggul,” jelasnya.

    Tantangan Adaptasi di Taiwan

    Pertama kali berada di negara lain bukanlah suatu hal yang mudah, hal ini juga dialami oleh Adista. Ia mengaku mengalami kesulitan beradaptasi karena terdapat perbedaan lingkungan dan bahasa.

    “Kesulitan yang saya alami saat baru tiba di Taiwan adalah beradaptasi dengan makanan dan transportasi umum. Rasa makanan di sini cenderung ringan, sedangkan transportasinya sangat maju dan baik. Selain itu, saya juga kesulitan memahami bahasa karena mayoritas masyarakat menggunakan bahasa Mandarin dengan aksen yang beragam,” tuturnya.

    Belajar Riset Antena 6G

    Selama menjalani program TEEP, Adista mengikuti metode pembelajaran yang berfokus pada praktik langsung di laboratorium. Melalui metode tersebut, ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari materi dan masukan yang diberikan dosen.

    Topik yang saat ini sedang dipelajari oleh Adista di NTU adalah Terrahertz Antenna Design for 6G Communication. “Pada program ini saya belajar merancang pengembangan teknologi antena pada frekuensi lebih kecil untuk mencapai kecepatan data ultra-tinggi (Tbps). Antena ini dirancang berukuran kecil, efisien, dan mampu mengatasi kendala sinyal pada jaringan 6G untuk komunikasi masa depan,” jelasnya.

    Adista membagikan pesan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program student exchange maupun program serupa. Pertama, mempelajari bahasa dan budaya negara tujuan. Kedua, aktif mencari informasi pertukaran pelajar melalui media sosial. Terakhir, mempersiapkan CV atau portofolio agar reviewer dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki.(nis)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru