Surabaya 2 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi momen emosional bagi Quinsha Sammy Al Huda. Gadis berusia 16 tahun asal Kediri ini tak kuasa menahan tangis haru saat mendapati namanya lolos di program studi impiannya, S1 Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR). Pencapaian itu menempatkan Quinsha sebagai salah satu jajaran mahasiswa baru (maba) termuda di Ksatria Airlangga tahun ini.
Ketertarikan Sejak Dini
Minat Quinsha Sammy Al Huda terhadap bahasa internasional ternyata bukan muncul secara instan, melainkan telah mengakar kuat sejak masa kanak-kanak. Ia mengaku mulai menaruh ketertarikan besar untuk mendalami bahasa Inggris sejak duduk di bangku SMP. Baginya, bahasa Inggris bukan sekadar alat komunikasi, melainkan pintu gerbang untuk memahami dunia yang lebih luas.
“Jujur saya kaget sampai menangis saat melihat pengumuman, apalagi Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR adalah pilihan pertama saya. Sejak SMP saya mulai interest belajar bahasa Inggris dan saat SMA saya merasa semakin cocok mendalami bidang ini karena merasa ada kedekatan personal dengan materi-materinya,” ungkapnya penuh haru.
Pilihannya untuk menetapkan program studi S1 Bahasa dan Sastra Inggris sebagai prioritas utama merupakan langkah sadar untuk mengasah kemampuannya secara profesional. Quinsha meyakini bahwa dengan bekal kemampuan bahasa yang mumpuni sejak dini, ia dapat lebih cepat beradaptasi dengan standar literasi tinggi yang diterapkan di UNAIR.
Perjalanan Akademik yang Cepat
Perjalanan akademik Quinsha tergolong sangat cepat. Ia mengawali pendidikan dasar di usia yang terbilang dini, yakni lima tahun, dan kemudian menempuh program akselerasi saat jenjang SMP. Meski akan berkuliah di usia yang jauh lebih muda dibanding rekan sejawatnya, Quinsha justru merasa tertantang. Ia melihat lingkungan kampus yang dinamis sebagai kesempatan berharga untuk belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman.
Kunci keberhasilannya menembus jalur undangan SNBP berasal dari kedisiplinan di dalam kelas. Quinsha selalu berusaha mengikuti setiap arahan guru dengan saksama dan aktif berdiskusi.
“Kuncinya rajin belajar dan aktif di kelas. Kalau guru menjelaskan, saya selalu mengikuti arahannya,” tambahnya.
Siapkan Mental dan Ambisi Organisasi
Kini, sembari menyiapkan mental untuk beradaptasi dengan atmosfer perkuliahan dan cuaca di Surabaya, ia berencana untuk aktif berorganisasi. Salah satu yang menjadi incarannya adalah bergabung dengan AIESEC Surabaya guna memperluas jaringan internasionalnya.
Kepada teman-teman seperjuangannya, Quinsha berpesan agar tidak pernah ragu dalam mengejar ambisi meski di usia muda. “Tetap semangat dan jangan pantang menyerah. Apalagi untuk sebuah tujuan besar, kita harus terus bergerak dan memberikan yang terbaik,” pungkasnya optimis. (naf)
