Surabaya 5 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Jakarta LavAni Livin’ Transmedia mengikuti langkah juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi selangkah lagi menjuarai putaran pertama Final Four Proliga 2026, setelah menaklukan Surabaya Samator 3-1 (23-25, 25-15, 25-16, 25-13) di Jawapos Arena Surabaya, Minggu (5/4/2026).
Kedua tim, LavAni dan Bhayangkara, akan saling berhadapan untuk menentukan juara putaran pertama, di Sritex Arena Solo, pekan depan.
Meski memenangkan laga, Samator sempat mencuri keunggulan di set pertama. Jordan Susanto dkk gagal membendung konsistensi serangan LavAni yang dimotori Boy Arnes dan Dimas Saputra di tiga set berikutnya.
Pertandingan dibuka dengan tensi tinggi. Samator menurunkan kekuatan penuh lewat Tedy Oka, Jordan, Lyvan Taboada, Hadi, Ageng Wardoyo, dan Hendrik. Di sisi lain, LavAni mengandalkan duet Dio Zulfikri dan Dimas Saputra untuk menggedor pertahanan lawan.
Kejar-mengejar angka terjadi sejak awal laga. Kedua tim tampil disiplin dalam receive dan serangan balik. Memasuki poin kritis, Samator tampil lebih tenang dan beruntung dalam penyelesaian akhir. Set pertama ditutup dengan kemenangan tipis Samator, 25-23.
Tertinggal satu set membuat pelatih LavAni, David Lee, mengubah strategi. Ia menginstruksikan Boy Arnes untuk tampil lebih agresif dan fokus dalam menekan lini belakang Samator. Strategi ini terbukti ampuh; LavAni langsung melesat sejak awal set. Tanpa perlawanan berarti di akhir set, LavAni menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dengan skor telak 25-15.
Set ketiga, laga sempat berjalan ketat di awal. Namun, intensitas permainan Samator perlahan menurun. Memasuki angka belasan, Boy Arnes dkk mulai mendominasi dan unggul jauh 23-16. Tak memberikan ruang bagi Samator untuk berkembang, LavAni membombardir pertahanan tuan rumah dan mengamankan set ketiga 25-16. Skor berbalik 2-1 untuk keunggulan LavAni.
Set keempat berlangsung sengit di awal. Samator sempat memberikan perlawanan hingga kedudukan imbang 8-8. Namun, kualitas pemain asing Taylor Sander dan blok rapat dari Malizi membuat LavAni menjauh 15-9.
Pelatih Samator, Rodolfo Sanchez, sempat mengambil time-out saat tertinggal 9-16 guna memutus momentum lawan. Sayangnya, konsistensi LavAni tak tergoyahkan. Smash keras dari Boy Arnes, Malizi, hingga Deho silih berganti menghasilkan poin. Set keempat berakhir dengan skor mencolok 25-13 untuk kemenangan Jakarta LavAni Transmedia.
Usai laga manajer tim Samator, Hadi Sampurno, mengakui set pertama sempat bermain bagus, “Karena pemain-pemain kami didominasi pemain muda, secara psikologis kurang matang, dan terburu-buru, akhir kita semua tahu, kita kalah lawan LavAni,” kata Hadi.
Ia pun tetap optimis, kedepan bisa bermain lebih baik lagi, “Apalagi nanti melawan Garuda Jaya,” tukas Hadi Sampurno.
Salah satu pemain Samator Jordan Santoso mengatakan, timnya banyak melakukan kesalahan sendiri, “Set pertama menang, akhirnya teman-teman bermain terburu-buru. Meski tanpa Rama, kami bisa mengambil satu set melawan LavAni, itu luar biasa,” kata Jordan.
Sementara itu, asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni mengakui pemainnya masih perlu evaluasi, “Seperti tadi di set pertama kami kalah, tapi dengan kemampuan yang ada di tim Kemi, Alhamdulillah kami hari ini bisa mengambil kemenangan,” kata Erwin.
Ketika ditanya, tentang gambaran lawan terberat di final four, “Terus terang kami masih menganggap Bhayangkara Presisi sebagai lawan terberat,” kata Erwin Rusni. (her)
