More
    BerandaPendidikanTempuh Program Akselerasi, Fatahila Zibran Jadi Peserta Termuda yang Lolos Unesa Jalur...

    Tempuh Program Akselerasi, Fatahila Zibran Jadi Peserta Termuda yang Lolos Unesa Jalur SNBP

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 6 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Di saat sebagian besar remaja seusianya tengah menikmati masa SMA, Fatahila Zibran Riki Pratama sudah menapakkan kakinya di gerbang perguruan tinggi. Di usianya yang belum genap 16 tahun, siswa asal MAN 1 Ngawi ini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) setelah lolos melalui jalur SNBP 2026 pada Program Studi S-1 Ilmu Hukum di Kampus 5 Magetan.

    Perjalanan pendidikan Zibran tergolong tidak biasa. Sejak duduk di bangku MTsN 4 Ngawi, ia telah terpilih masuk ke kelas unggulan yang menjadi awal mula program akselerasinya. Pola belajar cepat ini terus berlanjut hingga jenjang aliyah di MAN 1 Ngawi. Baginya, menyelesaikan pendidikan lebih awal adalah strategi untuk membuka pintu peluang karier lebih luas.

    “Semakin cepat pendidikan selesai, semakin cepat pula saya bisa mengejar apa yang ingin dicapai,” ujar peraih Juara 1 RPIN Academy 2025 ini. Meski harus menghadapi tumpukan tugas dan ritme materi yang sangat padat, Zibran mampu beradaptasi berkat kemampuannya dalam manajemen waktu dan keterampilan public speaking yang terus ia asah.

    Ketertarikannya terhadap isu sosial-politik serta aspek penyelidikan hukum menjadi alasan kuat di balik pemilihan program studi S-1 Ilmu Hukum. Baginya, dunia hukum menawarkan tantangan analisis mendalam yang relevan dengan minatnya di bidang humaniora.

    Keputusannya untuk memilih Unesa Kampus Magetan bukan sekadar soal akademik. Ada alasan humanis dan baktinya kepada keluarga di balik pilihan tersebut. “Saya memilih kuliah di Magetan agar tetap bisa tinggal dan menjaga kakek-nenek. Kondisi saat ini belum memungkinkan bagi saya untuk merantau jauh,” tuturnya.

    Dukungan terbesar Zibran datang dari sang kakek, Muh Romli. Di tengah lingkungan yang sempat meragukan pilihannya di bidang hukum, sang kakek tetap menjadi sandaran utama. Alhamdulillah, semoga Zibran bisa belajar dengan baik di Unesa dan menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa,” harap Muh Romli.

    Selama menempuh pendidikan di Unesa nanti, Zibran membawa misi yang penuh tekad. Ia ingin menjadi praktisi hukum yang peka terhadap persoalan di masyarakat, sekaligus mematahkan stigma negatif terkait hukum yang masih berkembang di lingkungan sekitarnya. (bry)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru