Sukoharjo 23 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Rangkaian putaran kedua kompetisi Pro Futsal League 2 (PFL 2) 2026 kembali dilanjutkan menyusul laga yang sebelumnya sempat tertunda. Bertempat di GOR Bung Karno Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu (23/5) siang, duel panas antara sang pemuncak klasemen Proton FC melawan KLN Elite FC harus berakhir dengan kedudukan sama kuat 2-2.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, KLN Elite FC langsung tampil mengejutkan dengan skema serangan cepat. Gebrakan awal ini membuahkan hasil instan ketika Akmal Alpiansyah sukses membobol gawang Proton FC saat laga baru berjalan tiga menit (3′). KLN Elite FC semakin di atas angin setelah Muhammad Trian Ardhi menggandakan keunggulan timnya menjadi 2-0 lewat gol pada menit ke-11.
Tertinggal dua gol, skuad Proton FC berupaya keras merespons dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui aksi Muhammad Nabil Syuhada pada menit ke-18. Tingginya tensi permainan di paruh pertama ini turut diwarnai keluarnya kartu kuning untuk pemain KLN Elite FC, Muhammad Fathir Januar, pada menit ke-17. Skor 2-1 untuk keunggulan KLN Elite FC bertahan hingga waktu turun minum.
Memasuki babak kedua, Proton FC tampil jauh lebih menekan untuk mencari gol penyeimbang. Pertahanan solid KLN Elite FC terus digempur, dan tensi yang kian memanas memaksa wasit kembali mengeluarkan kartu kuning untuk pemain KLN Elite FC, Rido, pada menit ke-27. Kebuntuan skuad Proton FC akhirnya pecah di penghujung laga saat Nerva Jhorgie Walken Tri Resubun sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-34.
Skor akhir 2-2 tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil imbang ini memaksa kedua tim harus puas berbagi satu poin dari laga krusial ini. Berkat gol pembukanya yang sukses meruntuhkan mentalitas lawan di menit-menit awal serta daya juangnya yang tinggi untuk menjaga ritme tim sepanjang pertandingan, Akmal Alpiansyah didapuk secara mutlak sebagai Man of the Match (MOTM) pada laga mendebarkan ini.
PETA PERSAINGAN MENUJU FINAL FOUR: KLASEMEN SEMAKIN MERAPAT
Tambahan satu poin dari laga tunda ini memberikan dampak signifikan terhadap konstelasi persaingan memperebutkan empat tiket emas menuju zona Final Four.
Proton FC masih memegang kendali di puncak klasemen dengan raihan total 20 poin. Namun, hasil imbang dan rentetan kehilangan poin penuh di laga-laga terakhir membuat jarak mereka kian terkikis oleh para pesaing di bawahnya.
Bursa persaingan “Empat Besar” kini sangat memanas. Maestro Solo FC terus mengintai dengan ketat di peringkat kedua (18 poin), diikuti oleh Hampton FC Surabaya di peringkat ketiga (17 poin), dan Giga FC Lampung di peringkat keempat (16 poin) yang sementara ini menutup batas aman zona Final Four.
Di sisi lain, satu poin krusial yang berhasil dicuri oleh KLN Elite FC dari sang pemuncak klasemen membuat mereka kini mengoleksi 13 poin, berdiri sejajar dengan perolehan angka milik Great Grace Futsal Surabaya. Meski keduanya saat ini masih berada di luar zona Final Four, selisih poin yang hanya berjarak tiga angka dari batas aman (peringkat empat) sukses menjaga asa KLN Elite FC dan Great Grace Futsal untuk terus memberikan tekanan hebat.
Di papan bawah klasemen, Elano FC Tuban (9 poin) dan Futsal Mbak Adjeng (6 poin) dituntut untuk tampil sempurna dan berharap tim-tim di atasnya tergelincir, jika masih ingin memelihara keajaiban untuk lolos.
Dengan sisa pertandingan yang semakin menipis di Sukoharjo, setiap kemenangan, margin gol, dan bahkan hasil imbang kini bernilai layaknya partai final hidup dan mati bagi seluruh klub peserta.(ian)
