Surabaya 10 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Provinsi Jawa Timur terus mendorong transformasi Posyandu menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga pendidikan, literasi, pengasuhan, dan kecakapan digital. Upaya tersebut menjadi salah satu strategi penting dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Hal itu mengemuka dalam Webinar Posyandu Seri 4 bertema “Penguatan Peran Posyandu dalam Pendidikan, Literasi, dan Pengasuhan Kecakapan Digital untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia” yang digelar secara daring, Selasa (9/6/2026). Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto, mengatakan bahwa transformasi Posyandu merupakan momentum penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, Posyandu kini memiliki peran yang lebih luas dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. “Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat masyarakat datang untuk mendapatkan layanan, tetapi harus berkembang menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, ruang pengasuhan, dan ruang kolaborasi bagi masyarakat,” ujar Arumi.
Ia menjelaskan, Posyandu saat ini tidak lagi identik hanya dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu telah berkembang menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang mendukung berbagai layanan dasar, mulai pendidikan, literasi, pengasuhan, perlindungan anak hingga peningkatan kualitas kehidupan keluarga.
Arumi menegaskan bahwa mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak dapat hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah. Generasi unggul, kata dia, dibentuk dari keluarga yang kuat, lingkungan yang mendukung budaya belajar, pola pengasuhan yang tepat, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. Karena itu, Posyandu memiliki posisi strategis sebagai titik temu antara keluarga, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Arumi menggambarkan Posyandu masa depan sebagai pusat aktivitas pembelajaran masyarakat. Posyandu diharapkan menjadi tempat orang tua belajar tentang pola asuh positif, ruang tumbuh budaya literasi keluarga, sekaligus sarana edukasi kecakapan digital bagi orang tua dan anak. Selain itu, Posyandu juga dapat menjadi ruang kolaborasi antara kader, guru, pegiat literasi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Ketika transformasi ini berjalan dengan baik, maka Posyandu tidak hanya membantu menciptakan anak yang sehat secara fisik, tetapi juga membentuk anak yang cerdas, berkarakter, gemar belajar, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Arumi menyoroti tantangan pengasuhan di era digital yang semakin kompleks. Kemudahan akses informasi dan teknologi memberikan peluang besar untuk belajar dan berkembang, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko, seperti penyalahgunaan media digital, informasi yang tidak terverifikasi, hingga perundungan siber. Oleh karena itu, penguatan kecakapan digital keluarga menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Orang tua perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi anak dalam memanfaatkan ruang digital secara aman dan produktif. “Orang tua perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi anak di ruang digital. Posyandu memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat edukasi keluarga dalam menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.
Arumi menambahkan, transformasi Posyandu hanya dapat berhasil apabila menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan, perpustakaan, sektor komunikasi dan informatika, organisasi kemasyarakatan, kader Posyandu, dunia usaha, media, serta keluarga sebagai aktor utama. Melalui webinar ini, Tim Pembina Posyandu Jawa Timur berharap lahir berbagai gagasan, inovasi, dan praktik baik yang dapat diterapkan oleh Tim Pembina Posyandu di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dengan semakin kuatnya peran Posyandu dalam pendidikan keluarga, budaya literasi, dan pengasuhan digital, diharapkan Posyandu dapat menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.(hjr)
