Surabaya 28 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Di balik ketatnya persaingan ujian jalur mandiri, ada doa dan perjuangan ibu yang tak pernah putus untuk anak semata wayangnya. Ia adalah Ibu Anis, seorang ibu yang mendampingi putrinya Asal Denpasar, Bali demi mengejar impian kuliah di Program Studi Psikologi UNAIR.
Demi memastikan sang buah hatinya bisa mengikuti ujian dengan tenang dan tanpa terburu-buru, Ibu Anis dan putrinya sengaja ke Surabaya berangkat menggunakan pesawat satu hari sebelum jadwal ujian. Begitu tiba di Surabaya, mereka langsung menuju penginapan dan menyempatkan diri untuk melakukan survei lokasi ujian di kampus UNAIR sore harinya.
“Kemarin saya sempat survey lokasi ujian terlebih dahulu, agar tidak bingung mencari-cari saat tes,” ujarnya.
Namun, tantangan berat tak terduga menghampiri mereka tepat di malam sebelum ujian. sang anak mengalami mulas dan demam tinggi hingga badannya menggigil. Meski kondisi fisiknya menurun menjelang ujian, remaja lulusan SMA IT Albanna Bali tersebut menolak menyerah dan memaksakan diri untuk masuk ke ruang ujian.
“Saya bilang kepada anak saya untuk kuat menghadapi ujian demi cita-cita dan impian. Ditahan dulu sakitnya gitu,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Ibu Anis dengan sigap berupaya mencari apotek dan minimarket terdekat. Ia mencarikan obat untuk putrinya di area minimarket di sekitar area kampus agar demamnya bisa segera turun begitu ujian selesai.
Menurut sang ibu, kecintaan Sazia terhadap UNAIR memang sudah terlihat sejak lama. Ibu Anis menceritakan bahwa putrinya sudah aktif mengikuti bimbingan belajar sejak awal kelas 3 SMA demi bisa menembus jurusan psikologi di kampus pilihannya tersebut.
Bahkan, Sazia sebelumnya pernah secara mandiri mendaftar dan mengikuti olimpiade psikologi yang diselenggarakan oleh UNAIR. Hal itu ia lakukan demi bisa merasakan langsung atmosfer kampus dan mengenali karakteristik soal-soal ujiannya.
Pasalnya, Sazia mengikuti jalur masuk UNAIR ini sejak dari jalur SNBP dan SNBT dengan prodi yang sama yakni psikologi. Namun, kegagalan tidak mematahkan semangat Sazia untuk kembali mencoba peruntungan di jalur Mandiri. Melihat kerja keras sang putri yang begitu luar biasa, Ibu Anis mengaku hanya bisa memasrahkan hasil akhir kepada Tuhan dan siap memberikan dukungan penuh apapun jalurnya.
”Dia sudah merasa berusaha maksimal saya lihat itu. Ya takdir lagi ya, terserah Allah menaruh dimana nanti. Saya lihat dia sudah usaha maksimal. Dukungan dari kita (orang tua) juga sudah maksimal, doa dan materi,” tutur Ibu Anis dengan penuh ketulusan.(rin)
