Lumajang 1 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lumajang memperkuat komitmen membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan keluarga sebagai fondasi utama menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Fokus tersebut diwujudkan dengan memperkuat tiga isu strategis, yakni percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, dan pencegahan pernikahan usia dini.
Komitmen tersebut menjadi agenda utama dalam Rapat Kerja TP PKK Kabupaten Lumajang yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (30/6/2026). Melalui rapat kerja tersebut, berbagai program disusun agar tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan pembangunan manusia harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga yang sehat dan tangguh menjadi pondasi lahirnya generasi yang berkualitas.
“Rapat kerja ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus menyusun program yang semakin baik dan tepat sasaran. Harapan kami, seluruh program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, stunting, ketahanan pangan keluarga, dan pernikahan usia dini merupakan persoalan yang saling berkaitan dalam menentukan kualitas generasi mendatang. Anak yang sehat membutuhkan pemenuhan gizi yang baik, pola asuh yang tepat, serta lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembangnya.
Karena itu, TP PKK akan memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pola pengasuhan yang berkualitas, pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, serta peningkatan kesadaran mengenai pendewasaan usia perkawinan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menegaskan keberhasilan berbagai program tersebut memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa, kader PKK hingga masyarakat.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat. Kuncinya adalah kolaborasi. Dengan bekerja bersama, program-program pemberdayaan masyarakat tetap dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang nyata,” tegasnya.
Menurut Agus, kolaborasi lintas sektor menjadi strategi penting agar program pemerintah saling terintegrasi dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui peran aktif kader PKK di tingkat desa maupun kelurahan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang meyakini investasi terbaik bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia melalui penguatan keluarga. Keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan gizi anak, menjaga ketahanan pangan rumah tangga, serta melindungi remaja dari pernikahan usia dini akan melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Melalui penguatan tiga pilar tersebut, Pemkab Lumajang bersama TP PKK berharap setiap keluarga menjadi bagian dari gerakan bersama membangun sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. (MC Diskominfo Lumajang/yan)
Surabaya 1 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom –
