Surabaya 1 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kejuaraan Pari Sakti Diving International Competition 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 29 Juni–2 Juli 2026, menjadi panggung lahirnya bibit-bibit baru atlet loncat indah Jawa Timur.
Sejumlah atlet kelompok pemula asal Surabaya, Gresik, dan Mojosari yang mewakili Jawa Timur mampu menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, pada hari pertama pertandingan, kontingen Jatim berhasil membuka kejuaraan dengan torehan prestasi yang menjadi modal berharga bagi regenerasi atlet loncat indah di provinsi ini.
Mantan Pelatih Kepala Loncat Indah PON Jatim, Ronaldy Herbintoro, menilai keikutsertaan atlet-atlet muda tersebut jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar medali. Menurutnya, pengalaman bertanding di level nasional akan menjadi bekal bagi mereka untuk berkembang menjadi atlet masa depan.

“Kejuaraan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi atlet-atlet pemula. Mereka belajar menghadapi persaingan dengan atlet dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus mengasah mental bertanding,” ujar Ronaldy.
Ia menambahkan, hasil yang diperoleh dalam kejuaraan tersebut dapat dijadikan tolok ukur pembinaan loncat indah Jawa Timur dalam jangka panjang.
“Hasil pertandingan ini bisa dijadikan tolok ukur perkembangan prestasi untuk lima sampai sepuluh tahun ke depan. Hasil tersebut juga menjadi cambuk bagi loncat indah Jatim untuk segera berbenah, mengingat perkembangan cabang olahraga ini di provinsi lain sangat pesat,” tegasnya.
Menurut Ronaldy, Pengprov bersama para pelatih memiliki obsesi membangun sistem pembinaan yang berjenjang. Program tersebut diarahkan untuk menjaring atlet-atlet muda potensial di berbagai daerah sekaligus meningkatkan kualitas atlet yang sudah ada melalui keikutsertaan pada kejuaraan regional, nasional, hingga internasional.

Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan serius dari seluruh pemangku kepentingan. Salah satu kebutuhan paling mendesak adalah tersedianya fasilitas latihan yang memadai, terutama kolam loncat indah yang representatif.
“Program pembibitan harus segera disusun. Yang lebih mendesak adalah pembenahan kolam loncat indah sehingga atlet memiliki sarana latihan yang layak. Fasilitas yang baik tentu akan semakin meningkatkan semangat atlet untuk berlatih,” katanya.
Ronaldy berharap pembinaan atlet muda dapat dilakukan secara terpadu dengan dukungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Pendidikan, mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan dan didukung sarana prasarana yang memadai, Ronaldy optimistis Jawa Timur akan kembali melahirkan atlet-atlet loncat indah berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional dalam beberapa tahun mendatang.(her)
