Surabaya, 4 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang Semester I 2026, KAI Daop 8 Surabaya menyalurkan dana TJSL sebesar Rp245.288.000, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp156.659.000.
Peningkatan penyaluran dana tersebut menjadi wujud nyata komitmen KAI Daop 8 Surabaya yang tidak hanya menghadirkan layanan transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman, selamat, dan andal, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pembangunan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.
Berbagai program TJSL yang direalisasikan sepanjang Semester I 2026 menyasar kebutuhan masyarakat secara langsung, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana peribadatan, dukungan kepada pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga kemasyarakatan, penyaluran paket sembako, bantuan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha, bantuan bagi panti rehabilitasi penyandang disabilitas sensorik, kegiatan penghijauan, hingga penyediaan berbagai fasilitas umum.
Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya juga terus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta penguatan daya saing agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu bukti nyata keberhasilan program tersebut adalah Batik Bu Dar, UMKM binaan KAI Daop 8 Surabaya asal Mojokerto yang mengangkat kekayaan budaya lokal melalui karya batiknya. Berkat pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Batik Bu Dar berhasil memperluas jangkauan pemasaran hingga dipercaya mewakili UMKM binaan KAI untuk tampil dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Keikutsertaan Batik Bu Dar pada ajang bergengsi tingkat nasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan batik khas Mojokerto kepada pasar yang lebih luas, membuka peluang kolaborasi bisnis, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di industri kreatif nasional. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program TJSL KAI tidak hanya sebatas memberikan bantuan, tetapi juga mampu mendorong UMKM naik kelas dan menembus panggung nasional.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Selasa (4/8) mengatakan bahwa program TJSL merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Sebagai BUMN yang hadir di tengah masyarakat, KAI tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman, selamat, dan andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui program TJSL, kami ingin tumbuh bersama masyarakat dengan menghadirkan program yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mahendro.
Ia menambahkan bahwa pembinaan UMKM merupakan salah satu fokus utama KAI dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Keberhasilan Batik Bu Dar tampil di Indonesia Fashion Week 2026 menjadi bukti bahwa sinergi antara BUMN dan pelaku usaha lokal mampu membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional.
“Kami berharap semakin banyak UMKM binaan yang mampu meningkatkan kualitas produknya, memperluas akses pasar, dan memiliki daya saing yang semakin kuat. KAI berkomitmen menghadirkan program TJSL yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan sehingga masyarakat dapat tumbuh dan berkembang bersama perusahaan,” tambah Mahendro.
Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya akan terus menjalankan program TJSL secara konsisten, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, KAI optimistis setiap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai BUMN yang tidak hanya menyediakan layanan transportasi, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut selaras dengan visi KAI untuk Menggerakkan transportasi berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program-program sosial, pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, dan pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(myo,)
