More
    BerandaUncategorizedTMMD ke-129 di Ledok Tempuro, Bangun Infrastruktur dan Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

    TMMD ke-129 di Ledok Tempuro, Bangun Infrastruktur dan Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang, 12 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pembangunan jalan, drainase, dan gorong-gorong menjadi hasil yang terlihat dari pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung. Namun, di balik pembangunan fisik tersebut, ada semangat gotong royong yang tumbuh dan menjadi bagian penting dari pelaksanaan program selama 30 hari.

    TMMD ke-129 yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan sasaran pembangunan, tetapi juga mendorong masyarakat ikut terlibat dalam proses pembangunan di wilayahnya.

    Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengatakan kebersamaan menjadi salah satu nilai penting yang terlihat selama pelaksanaan TMMD di Desa Ledok Tempuro.

    “TMMD ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dan gotong royong dapat mempercepat pembangunan di desa. Yang dibangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga semangat kebersamaan masyarakat,” ujar Mas Yudha saat penutupan TMMD, Kamis (13/8/2026).

    Selama pelaksanaan, sasaran fisik TMMD terealisasi 100 persen. Pembangunan tersebut meliputi jalan rabat beton sepanjang 840 meter dengan lebar 3,5 meter, perbaikan drainase sepanjang 310 meter, serta pembangunan gorong-gorong sepanjang 5 meter.

    Menurut Mas Yudha, keterlibatan berbagai unsur dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus memanfaatkan hasil pembangunan yang telah dikerjakan bersama.

    Semangat kebersamaan tersebut juga diperkuat melalui 11 kegiatan nonfisik yang menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, pelayanan keluarga berencana, penyuluhan UMKM dan kewirausahaan, kesiapsiagaan bencana, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga edukasi antinarkoba.

    Perwira Akomodasi/Liaison Officer (PA LO) TNI AU, Letkol Tek Machfud Djunaedi, mengatakan TMMD memang dirancang melalui pendekatan lintas sektoral agar pembangunan tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik.

    “Pembangunan pada hakikatnya tidak hanya membangun sarana, tetapi juga membangun sumber daya manusia seutuhnya menuju peningkatan kualitas dan perubahan yang semakin baik,” ujarnya.

    Bagi masyarakat Desa Ledok Tempuro, berakhirnya TMMD bukan berarti berakhir pula semangat kebersamaan yang telah terbangun. Infrastruktur yang telah selesai menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.

    Machfud juga mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    “Tanamkan rasa memiliki dan terus lestarikan semangat gotong royong yang telah tumbuh selama pelaksanaan TMMD,” tuturnya.

    Semangat tersebut menjadi salah satu warisan penting dari pelaksanaan TMMD ke-129 di Ledok Tempuro. Ketika pembangunan fisik telah selesai, masyarakat tetap memiliki modal sosial untuk melanjutkan kerja bersama dalam menjaga lingkungan, fasilitas desa, dan berbagai hasil pembangunan.

    Dengan demikian, manfaat TMMD diharapkan tidak berhenti ketika program ditutup, tetapi terus tumbuh melalui kepedulian dan gotong royong masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru