Sidoarjo, 8 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten/kota mulai digelar serentak di seluruh Indonesia, Senin (7/9). Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak se-Indonesia, dengan 41.488 peserta yang mengikuti kompetisi melalui 647 Titik Lokasi (Tilok) yang tersebar di 38 kabupaten/kota.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, menyampaikan apresiasi dan semangat kepada seluruh peserta, pengawas, kepala madrasah, serta operator kabupaten/kota yang telah mendukung pelaksanaan OMI.
“Tahun ini, Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak se-Indonesia, dengan jumlah 41.488 peserta. Angka yang sangat membanggakan. Peserta tersebut akan berkompetisi di 647 titik lokasi yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur,” ujar Sugiyo.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta dan Tilok tersebut menjadi bukti kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh pihak dalam mempersiapkan pelaksanaan OMI, khususnya para Kepalas Seksi (Kasi) Penma, Pengawas, Kepala Madrasah, dan operator kabupaten/kota.
“Ini bukan angka yang kecil. Ini adalah bukti nyata kerja keras, kolaborasi, dan komitmen luar biasa dari para Kasi, Pengawas, Kepala Madrasah, dan terutama para operator kabupaten/kota yang telah bekerja siang malam melakukan verifikasi dan penyiapan Tilok. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.
Sugiyo juga menekankan pentingnya menjaga integritas selama pelaksanaan OMI. Para pengawas diminta mengawal pelaksanaan kompetisi di masing-masing Tilok dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL), serta memastikan seluruh SOP pengawasan online dipatuhi.
“Ciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan jujur bagi peserta. Ingatkan peserta bahwa juara yang sesungguhnya adalah mereka yang berkompetisi dengan jujur,” pesannya.
Kepada para operator kabupaten/kota, Sugiyo menyampaikan apresiasi atas peran penting mereka dalam mendukung kelancaran teknis pelaksanaan OMI. Ia meminta operator memastikan stabilitas jaringan, perangkat, dan akun peserta sejak H-1, serta menyiapkan kanal komunikasi cepat di setiap Tilok untuk mengantisipasi kendala teknis.
“Jika terjadi kendala login, soal tidak muncul, atau koneksi terputus, segera koordinasikan dengan Helpdesk Kanwil sesuai SOP yang telah dibagikan. Jangan panik, tetap tenang,” tegasnya.
Sugiyo berharap pelaksanaan OMI berlangsung transparan dan akuntabel dengan menjunjung tinggi sportivitas serta semangat madrasah yang mandiri dan berprestasi. Ia optimistis dari puluhan ribu peserta tersebut akan lahir talenta-talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur hingga tingkat nasional.
“Dari 41.488 peserta ini, kita akan mencari yang terbaik untuk mewakili Jawa Timur ke tingkat provinsi. Saya yakin, dari Jatim akan lahir juara-juara nasional. Semoga Jawa Timur dapat meraih juara umum seperti tahun lalu,” harapnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga integritas pelaksanaan OMI.
“Mari kita sukseskan OMI ini dengan semangat madrasah yang mandiri dan berprestasi. Mari kita jaga bersama agar pelaksanaan online ini berjalan transparan dan akuntabel. Tidak ada ruang untuk kecurangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Arini Nihayati, menjelaskan bahwa pelaksanaan hari pertama OMI di Jawa Timur berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Baik dari sisi jaringan maupun keikutsertaan peserta, seluruh rangkaian kompetisi dapat berjalan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa hambatan, baik dari sisi jaringan maupun peserta. Seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” jelas Arini.
Arini menambahkan, kelancaran pelaksanaan hari pertama menjadi modal positif untuk pelaksanaan OMI pada jenjang berikutnya. Koordinasi dengan seluruh Tilok terus dilakukan untuk memastikan kompetisi berjalan optimal hingga hari terakhir.
OMI tingkat kabupaten/kota berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, Senin (7/9), diperuntukkan bagi peserta jenjang Madrasah Aliyah (MA). Selanjutnya, Selasa (8/9) untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Rabu (9/9) untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Pelaksanaan OMI menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Peserta yang berhasil meraih juara pada tingkat kabupaten/kota selanjutnya akan menjadi wakil masing-masing kabupaten/kota untuk berkompetisi pada OMI tingkat Provinsi Jawa Timur.
OMI merupakan transformasi dari dua ajang kompetisi yang sebelumnya telah dikenal di lingkungan madrasah, yakni Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES). Melalui OMI, peserta didik madrasah mendapatkan ruang untuk mengembangkan kompetensi, mengasah kemampuan, serta membangun budaya berprestasi dan berkompetisi secara sehat.
Dengan jumlah peserta dan Tilok terbanyak secara nasional, pelaksanaan OMI di Jawa Timur menunjukkan tingginya antusiasme dan partisipasi madrasah dalam mengembangkan potensi peserta didik. Ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan peserta didik berprestasi, tetapi juga memberikan pengalaman berkompetisi yang positif serta memperkuat budaya prestasi di lingkungan madrasah. (her)
