Lumajang, 8 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bagi anak-anak usia dini, ruang belajar yang baik bukan hanya tentang apa yang diajarkan. Ada guru yang mendampingi dengan sabar, lingkungan yang aman dan menyenangkan, serta orang-orang di balik lembaga pendidikan yang mampu bekerja bersama. Dari sanalah pengalaman pertama anak belajar, bermain, berinteraksi, dan mengenal dunia dibangun.
Karena itu, penguatan kompetensi guru dan tata kelola lembaga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Lumajang.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam pembinaan Guru PAUD Binaan PKK Kabupaten Lumajang dengan tema “Penguatan Teamwork dan Tata Kelola Kelembagaan”, Senin (7/9/2026).
Bunda PAUD Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan masa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, kebiasaan, kemampuan sosial, kreativitas, dan rasa percaya diri anak.
“Guru PAUD bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendamping, teladan, pengasuh, sekaligus pembentuk karakter anak,” ujar Dewi Natalia dalam sambutannya.
Menurutnya, peran tersebut membutuhkan kemampuan untuk bekerja sebagai tim. Guru tidak bekerja sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem bersama kepala atau pengelola lembaga, orang tua, pemerintah, dan berbagai pihak yang mendukung layanan PAUD.
Pembinaan kali ini dikemas melalui outbound dan game based learning. Metode tersebut memberi kesempatan kepada para guru untuk belajar melalui pengalaman, berkomunikasi, membangun kepercayaan, serta menyelesaikan aktivitas secara bersama-sama.
Bagi guru, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembinaan. Kekompakan yang terbentuk dapat dibawa ke lingkungan kerja sehingga koordinasi menjadi lebih baik dan persoalan yang muncul di lembaga dapat dihadapi secara bersama.
“Ketika semua dapat berkomunikasi, saling percaya, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama, maka pekerjaan yang berat akan menjadi lebih ringan,” jelasnya.
Kekompakan tim pada akhirnya berkaitan dengan layanan yang diterima anak. Ketika guru memiliki pembagian peran yang jelas dan komunikasi yang baik, proses pendampingan anak dapat berjalan lebih terarah. Anak pun memiliki lingkungan belajar yang lebih nyaman untuk bermain, bereksplorasi, berinteraksi, dan mengembangkan potensi sesuai tahap perkembangannya.
Dewi Natalia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga PAUD binaan PKK.
Penguatan kualitas PAUD juga membutuhkan tata kelola lembaga yang baik. Administrasi yang tertib, pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang efektif, serta koordinasi antarpihak menjadi bagian yang mendukung keberlangsungan layanan pendidikan.
“Kita tidak ingin lembaga PAUD hanya berjalan karena rutinitas. Kita ingin PAUD binaan PKK memiliki tata kelola yang tertib, administrasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang efektif, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
Sinergi juga perlu dibangun antara guru, kepala atau pengelola lembaga, TP PKK, pemerintah desa/kelurahan, TP PKK kecamatan, dan Dinas Pendidikan. Dukungan dari berbagai pihak tersebut diharapkan membantu lembaga PAUD menjalankan layanan secara lebih berkelanjutan.
Dewi Natalia mengajak Ketua TP PKK kecamatan dan desa/kelurahan untuk terus memberikan perhatian kepada guru PAUD binaan PKK. Menurutnya, komunikasi yang baik antarpihak dapat membantu menemukan solusi ketika menghadapi persoalan sekaligus membuka ruang untuk mengembangkan potensi lembaga.
Bagi keluarga, penguatan tersebut pada akhirnya diharapkan memberi manfaat melalui layanan PAUD yang semakin baik. Orang tua tidak hanya membutuhkan tempat bagi anak untuk belajar dan bermain, tetapi juga lingkungan pendidikan yang mampu mendukung tumbuhnya karakter, kemampuan sosial, kreativitas, dan rasa percaya diri anak.
Dewi Natalia berpesan agar para guru membawa semangat baru dari kegiatan pembinaan ke ruang kelas dan lingkungan lembaga masing-masing.
“Bersama PKK, kita kuatkan tim. Bersama guru, kita bangun PAUD berkualitas. Bersama kita wujudkan generasi Lumajang yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya,” pungkasnya.
Penguatan guru dan tata kelola lembaga menjadi investasi penting bagi pendidikan anak usia dini. Sebab, semakin baik orang-orang yang mendampingi dan mengelola PAUD, semakin besar pula peluang anak-anak Lumajang mendapatkan pengalaman belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna sejak awal. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
