Lumajang, 14 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kecintaan terhadap Vespa mempertemukan banyak orang dalam satu perjalanan. Namun, riding bareng Scooterist Lumajang bersama pengurus Pondok Pesantren An Anur Al Ely, Tempeh, Minggu (13/09/2026), membawa makna lebih jauh: menjadi ruang untuk bersilaturahmi, membangun keakraban, dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, Kapolres Lumajang, serta Dandim 0821/Lumajang.
Rombongan memulai perjalanan dari Pondok Pesantren An Anur Al Ely. Dengan mengendarai Vespa, peserta melintasi Tempeh Kidul, Pandanwangi, hingga Jalan Lintas Selatan (JLS), kemudian singgah sejenak di bawah jembatan JLS.
Perjalanan berlanjut melewati Selok Awar-Awar dan Lempeni sebelum rombongan kembali ke Pondok Pesantren An Anur Al Ely. Rute tersebut menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang dibangun sepanjang kegiatan.
Yang menarik, kegiatan tidak hanya berhenti pada aktivitas otomotif. Sesampainya di lingkungan pondok pesantren, rangkaian acara juga diisi dengan sholat bersama dan selawat. Hobi, silaturahmi, dan kegiatan keagamaan berpadu dalam satu kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Bagi komunitas, pertemuan semacam ini membuka ruang interaksi yang lebih luas. Para scooterist tidak hanya berkumpul dengan sesama penghobi Vespa, tetapi juga dapat berinteraksi dengan lingkungan pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu mempertemukan komunitas otomotif dengan lingkungan pondok pesantren dalam suasana yang positif.
“Riding bareng ini bukan hanya tentang Vespa, tetapi juga bagaimana kita membangun silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Apalagi kegiatan ini diisi dengan sholat bersama dan sholawatan, sehingga nilai kebersamaan dan keagamaannya semakin terasa,” ujar Wabup Yudha.
Menurutnya, kegiatan komunitas yang dikemas dengan semangat kebersamaan dapat menjadi ruang komunikasi antarkelompok. Interaksi yang terbangun secara informal juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk saling mengenal dan menjaga hubungan yang baik.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sebagai agenda yang mempertemukan komunitas, pondok pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semangat kebersamaan yang tumbuh dari kegiatan tersebut diharapkan menjadi energi positif dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kabupaten Lumajang.
Riding bareng Scooterist Lumajang dan pengurus Pondok Pesantren An Anur Al Ely menunjukkan bahwa sebuah hobi dapat menjadi pintu untuk membangun hubungan yang lebih luas. Di balik suara mesin dan perjalanan bersama, terdapat ruang untuk bertemu, berbincang, beribadah, dan merawat persaudaraan. (MC Diskomifo Kab. Lumajang)
