Lumajang, 14 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dari Kandangtepus, Kecamatan Senduro, langkah Ria Yulianti perlahan membawa dirinya semakin jauh. Bukan sekadar meninggalkan kampung halaman untuk bertanding, tetapi menuju panggung olahraga disabilitas tingkat Asia dengan membawa nama Indonesia.
Atlet para taekwondo kelahiran Lumajang, 13 Juli 2006, tersebut kini bersiap tampil pada 5th Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, Oktober mendatang. Tiga medali emas yang telah diraihnya menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kesempatan tersebut.
Perjalanan prestasi Ria mulai mencuri perhatian ketika ia meraih medali emas kelas K44 U47 pada Peparnas 2024 di Solo. Setahun kemudian, ia kembali berdiri di podium tertinggi setelah meraih emas kelas K44 U50 pada Pancasila Open 1/2025 di Ciracas.
Namun, perjalanan menuju panggung internasional tidak selalu berakhir dengan medali. Pada Asia Youth Para Games Bahrain 2025, Ria tampil di kelas K44 U47. Ia belum berhasil membawa pulang medali, tetapi pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya menghadapi persaingan di level internasional.
Ria kembali menunjukkan perkembangan positif pada Pancasila Open 2/2026 di Ciracas. Turun di kelas K44 U50, ia kembali meraih medali emas.
Tiga emas dari tiga kompetisi tersebut kini menjadi bagian dari bekal Ria menghadapi tantangan yang lebih besar. Dari podium nasional hingga pengalaman bertanding di luar negeri, setiap pertandingan memberinya ruang untuk belajar dan berkembang sebagai atlet.
Di balik pencapaiannya, ada latihan yang terus dijalani. Ria berlatih bersama Dojang Para Taekwondo Jatim di bawah pembinaan pelatih Jawa Timur, Peltu Tony Efendy, yang juga merupakan pelatih asal Lumajang.
Persiapan menuju Jepang selanjutnya akan berpusat di Surakarta. Letda Burhan Efendy mengatakan Ria dijadwalkan berangkat dari Stasiun Klakah pada 14 September 2026 untuk mengikuti pemusatan latihan selama satu bulan.
“Tanggal 14 September berangkat ke Surakarta dari Stasiun Klakah, menjalani pelatihan intensif sebulan penuh, kemudian berangkat ke Nagoya Jepang dari Surakarta,” ujar Burhan, Minggu (13/9/2026).
Pemusatan latihan tersebut menjadi tahapan penting sebelum Ria menghadapi persaingan di Aichi-Nagoya. Waktu yang tersedia akan digunakan untuk mematangkan persiapan setelah sebelumnya mengumpulkan pengalaman dari berbagai kejuaraan.
Bagi Ria, perjalanan ini membawa cerita yang lebih besar daripada sekadar catatan kemenangan. Ia tumbuh dari Kandangtepus, berlatih, mengikuti kompetisi, belajar dari kekalahan, kembali bertanding, hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk memperkuat Indonesia di panggung olahraga para tingkat Asia.
Tiga medali emas yang telah diraih bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, torehan itu menjadi pengingat bahwa setiap podium lahir dari proses panjang dan latihan yang terus dilakukan.
Kini, Ria bersiap melangkah lebih jauh. Di Aichi-Nagoya nanti, ia tidak hanya membawa pengalaman dan prestasinya sendiri, tetapi juga nama Indonesia dan Lumajang yang melekat dalam setiap perjuangannya di arena pertandingan. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
