More
    BerandaOlahragaComeback di Game Ketiga, Izza Al-Faruq Melaju di Surabaya International Challenge

    Comeback di Game Ketiga, Izza Al-Faruq Melaju di Surabaya International Challenge

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 22 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Perjuangan Izza Al-Faruq Aston Martin di Polytron Surabaya International Challenge 2026 berlanjut. Tunggal putra tersebut harus melewati pertandingan ketat tiga game sebelum menundukkan wakil Malaysia, Shu Xuan Goh, dengan skor 21-18, 21-23, 21-7 pada babak 32 besar kualifikasi, Selasa (22/9/2026).

    Izza mengawali laga dengan permainan yang belum maksimal. Bahkan pada game kedua, pemain yang baru berstatus sebagai pemain magang di Pelatnas PBSI sejak 1 Agustus 2026 itu mengaku sempat terburu-buru sehingga beberapa peluang justru berubah menjadi kesalahan sendiri.

    “Di game pertama dan kedua saya kurang bisa mengeluarkan permainan saya. Saya berusaha bermain nyaman dan masuk dulu agar bisa maksimal,” ujar Izza.

    Situasi semakin sulit ketika memasuki game kedua. Keinginan untuk segera mendapatkan poin membuat permainan Izza kurang tenang. Kesalahan sendiri pun memberikan keuntungan bagi lawan hingga pertandingan harus berlanjut ke game penentuan.

    “Di game kedua saya bermain terburu-buru. Seharusnya poin mudah, malah saya melakukan kesalahan sendiri sehingga poinnya jadi milik lawan,” katanya.

    Memasuki game ketiga, Izza mampu mengubah permainan. Ia tampil lebih sabar dan mulai mampu membaca sekaligus mengontrol pola permainan lawan. Hasilnya, gim penentuan berhasil diamankan dengan skor telak 21-7.

    “Di game ketiga, Alhamdulillah saya bisa menguasai permainan karena bermain cukup sabar dan juga bisa mengontrol permainan lawan,” tutur Izza.

    Bagi Izza, kesempatan tampil di Surabaya International Challenge juga menjadi bagian dari prosesnya sebagai pemain magang di Pelatnas PBSI. Sejak bergabung pada 1 Agustus 2026, ia mengaku mendapatkan suasana latihan baru dan bisa menyerap banyak pengalaman dari para pemain senior.

    “Saya mendapatkan suasana pelatihan yang baru dan banyak mengambil pelajaran dari para pemain senior,” ujarnya.

    Dalam pertandingan tersebut, Izza juga mendapat pendampingan dari Coach Ihsan Maulana Mustofa. Ia menilai masukan sang pelatih sangat membantu, baik ketika dirinya sedang unggul maupun saat berada dalam posisi tertinggal.

    “Didampingi Coach Ihsan Maulana Mustofa sangat membantu. Masukan dari beliau bermanfaat untuk saya, baik saat poin unggul maupun tertinggal,” jelasnya.

    Izza pun memasang target tinggi di turnamen ini. Namun, ia memilih untuk tidak terburu-buru memikirkan babak akhir dan akan fokus menghadapi setiap pertandingan satu per satu.

    “Target saya pastinya mau juara, namun harus fokus satu demi satu dulu,” tegas Izza. (her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru