Lumajang, 7 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Penguatan kerja sama tim dan tata kelola kelembagaan menjadi perhatian dalam pembinaan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) binaan TP PKK Kabupaten Lumajang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung kualitas layanan pendidikan dan pendampingan anak sejak usia dini.
Pesan itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat memberikan pembinaan guru PAUD binaan PKK Kabupaten Lumajang dengan tema “Penguatan Teamwork dan Tata Kelola Kelembagaan” di Wisata PG Jatiroto, Selasa (6/10/2026).
Dewi Natalia mengatakan kualitas layanan PAUD tidak hanya ditentukan oleh kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tetapi juga membutuhkan kerja sama, komunikasi dan pembagian peran yang jelas di dalam lembaga.
“Ketika semua dapat berkomunikasi, saling percaya, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama, maka sebuah tim akan menjadi lebih ringan dalam menjalankan tanggung jawab,” jelasnya.
Menurutnya, guru PAUD memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan anak pada fase awal perkembangan dan pembentukan karakter.
“Guru PAUD bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendamping, teladan, pengasuh, sekaligus pembentuk karakter anak,” ujarnya.
Karena itu, kata Dewi Natalia, guru membutuhkan dukungan tata kelola lembaga yang baik agar pelayanan kepada anak dapat berjalan secara terarah. Sinergi antarunsur di dalam lembaga juga diperlukan untuk menyelesaikan persoalan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Pengelolaan PAUD tidak dapat berjalan sendiri. Kita perlu membangun sinergi agar berbagai persoalan dapat diselesaikan bersama dan setiap potensi dapat dikembangkan secara optimal,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Para guru juga mengikuti kegiatan outbound dan permainan berbasis pembelajaran yang dirancang untuk melatih komunikasi, membangun kepercayaan, memperkuat kekompakan, serta meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim.
Dewi Natalia berharap pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas di lembaga masing-masing. Menurutnya, teamwork perlu tercermin dalam pekerjaan sehari-hari, mulai dari komunikasi, pembagian tugas hingga penyelesaian persoalan.
“Teamwork bukan sekadar bekerja bersama, tetapi bagaimana kita saling memahami peran, saling membantu, dan memiliki tujuan yang sama,” katanya.
Selain penguatan kerja tim, Dewi Natalia mendorong lembaga PAUD untuk terus membenahi tata kelola kelembagaan. Menurutnya, pengelolaan yang tertib diperlukan agar penyelenggaraan layanan pendidikan tidak hanya bergantung pada rutinitas.
“Kita tidak ingin lembaga PAUD hanya berjalan karena rutinitas. Kita ingin PAUD memiliki tata kelola yang tertib, administrasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang efektif, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
Ia juga mengajak guru memanfaatkan kegiatan pembinaan sebagai ruang untuk bertukar pengalaman dan berbagi praktik baik antarlembaga. Pengalaman yang diterapkan di satu lembaga dapat menjadi pembelajaran bagi lembaga lainnya.
“Jadikan kegiatan hari ini sebagai kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kekompakan, dan memperkuat jejaring,” pesannya.
Penguatan kapasitas guru dan tata kelola kelembagaan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan PAUD yang aman, nyaman, dan mampu memberikan layanan yang semakin baik bagi anak.
Dewi Natalia berharap seluruh unsur PAUD dapat terus memperkuat kolaborasi sehingga layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lumajang semakin mendukung tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak.
“Bersama kita wujudkan generasi Lumajang yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya,” pungkasnya. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
