Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain td-cloud-library dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u974239021/domains/draftrakyat.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Pemkab Lumajang Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Satuan Pendidikan | Draft Rakyat
More
    BerandaPendidikanPemkab Lumajang Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Satuan Pendidikan

    Pemkab Lumajang Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Satuan Pendidikan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang, 1 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Mencegah pelanggaran di sekolah tidak cukup hanya dengan memberikan sanksi setelah masalah terjadi. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman perlu dibangun sejak awal melalui kebiasaan, komunikasi, pengelolaan kelas, serta cara mendampingi peserta didik.

    Pendekatan tersebut mulai diperkuat Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui penerapan Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman (BSAN). Saat ini, penerapannya masih berada pada tahap awal melalui sampling di dua satuan pendidikan, yakni SDN Tompokersan 03 dan SMPN 2 Tempeh.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, mengatakan rasa aman menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar. Menurutnya, perlindungan di sekolah perlu mencakup aspek fisik maupun psikologis, baik bagi peserta didik maupun guru.

    “Ketika peserta didik merasa aman dan nyaman, proses belajar akan berjalan lebih baik. Guru juga harus merasa aman dalam menjalankan tugas mendidik dan mendisiplinkan siswa secara edukatif,” ujar Patria, Rabu (30/9/2026).

    Melalui BSAN, sekolah didorong tidak hanya berfokus pada penanganan ketika pelanggaran sudah terjadi. Upaya pencegahan dilakukan dengan memperkuat budaya sekolah, manajemen kelas, komunikasi yang sehat, serta penyelesaian konflik secara edukatif dan partisipatif.

    Pendekatan tersebut menempatkan kedisiplinan dan perlindungan anak sebagai bagian yang berjalan bersama. Siswa tetap perlu memahami aturan dan tanggung jawabnya, sementara proses pendisiplinan diarahkan tetap bersifat mendidik.

    Untuk memperkuat penerapannya, Pemkab Lumajang telah menetapkan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman melalui Keputusan Bupati Lumajang. Kelompok kerja tersebut diketuai oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, sehingga penerapan BSAN mendapat dukungan lintas unsur pemerintah daerah.

    Dindikbud Lumajang juga bersinergi dengan program INOVASI melalui Training of Facilitators (ToF) BSAN jenjang Sekolah Dasar. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, di Aula Kantor Dindikbud Lumajang, dengan peserta 10 fasilitator SD dan 13 guru kelas.

    Materi pelatihan mencakup konsep BSAN, pendekatan psikologis, strategi fasilitasi, serta pengelolaan kelas yang lebih partisipatif. Para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus membantu menyebarluaskan praktik BSAN di satuan pendidikan masing-masing.

    Sementara itu, penerapan awal di SDN Tompokersan 03 dan SMPN 2 Tempeh menjadi bagian dari proses untuk melihat bagaimana budaya sekolah yang aman dan nyaman dapat diterapkan sesuai kondisi satuan pendidikan. Hasil penerapan dan evaluasi dari tahap awal tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan penguatan sebelum dikembangkan lebih luas.

    Bagi siswa dan orang tua, pendekatan ini memberi pesan bahwa kedisiplinan di sekolah tidak harus dibangun melalui rasa takut. Aturan tetap diperlukan, tetapi pelaksanaannya dapat dilakukan dengan komunikasi, pendampingan, dan pendekatan yang membantu anak memahami kesalahan serta bertanggung jawab atas perilakunya.

    Pada akhirnya, sekolah diharapkan bukan hanya menjadi tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga ruang bagi anak untuk belajar, berinteraksi, membangun karakter, dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan nyaman. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru