Surabaya, 7 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memanfaatkan layanan servis sepeda motor gratis yang akan digelar serentak oleh 350 sekolah menengah kejuruan (SMK) di 38 kabupaten/kota, Kamis (8/10). Kegiatan ini menargetkan pelayanan bagi 8.100 sepeda motor dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Program yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut melibatkan SMK dengan konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM). Masyarakat umum dapat memperoleh layanan di bengkel SMK peserta terdekat.
Di setiap SMK peserta, layanan servis dikerjakan bersama oleh siswa, guru mata pelajaran TSM, dan tenaga profesional dari dunia industri. Kolaborasi tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung sambil melayani kendaraan masyarakat.
Gubernur Khofifah mengatakan, kegiatan ini memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk menerapkan keterampilan yang dipelajari di sekolah.
“Setiap peringatan Hari Jadi Jawa Timur harus menjadi pengingat bahwa seluruh potensi yang ada harus kembali untuk kemanfaatan masyarakat. Pendidikan vokasi adalah salah satu potensi besar kita. Servis sepeda motor gratis ini menjadi cara agar potensi itu bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Gubernur Khofifah, Rabu (7/10).
Menurut Khofifah, kegiatan ini sejalan dengan Nawa Bhakti Satya melalui program Jatim Cerdas: Pendidikan Berdampak. Pembelajaran di SMK diharapkan memberi pengalaman nyata bagi siswa sekaligus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur tahun pelajaran 2026/2027, terdapat 426 SMK dengan konsentrasi keahlian TSM di seluruh Jawa Timur. Jumlah itu terdiri atas 97 SMK negeri dan 329 SMK swasta, dengan total 57.094 siswa.
“Kita memiliki 426 SMK Teknik Sepeda Motor dengan lebih dari 57 ribu siswa. Ini potensi yang sangat besar,” ujarnya.
Dari keseluruhan sekolah tersebut, sebanyak 350 SMK berpartisipasi dalam layanan servis gratis, terdiri atas 97 SMK negeri dan 253 SMK swasta. Sekolah-sekolah peserta itu memiliki 55.035 siswa TSM, yakni 19.700 siswa di SMK negeri dan 35.335 siswa di SMK swasta.
SMK negeri ditargetkan melayani 2.795 sepeda motor dan SMK swasta 5.305 sepeda motor. Dengan demikian, total target layanan mencapai 8.100 unit. Daerah dengan target layanan terbanyak antara lain Kabupaten Malang sebanyak 689 unit, Kabupaten Kediri 528 unit, Kabupaten Jember 429 unit, Kabupaten Tulungagung 408 unit, dan Kabupaten Banyuwangi 401 unit.
Menurut Khofifah, keterlibatan SMK dalam pelayanan kepada masyarakat membuat pembelajaran vokasi semakin dekat dengan kebutuhan nyata. Siswa dapat mengasah kemampuan teknis sekaligus belajar bekerja sesuai prosedur dan berkomunikasi dengan pemilik kendaraan.
“Vokasi itu harus dekat dengan praktik. Ketika mereka menangani sepeda motor masyarakat, mereka belajar mendiagnosis masalah, melakukan perawatan, bekerja sesuai prosedur, dan berkomunikasi dengan pemilik kendaraan. Pengalaman seperti ini penting untuk membentuk lulusan yang siap bekerja,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut turut memperkuat kedisiplinan dan rasa tanggung jawab siswa dalam memberikan pelayanan. Khofifah pun mengajak masyarakat mendukung proses belajar mereka dengan memanfaatkan layanan di bengkel SMK peserta pada 8 Oktober mendatang.
“Silakan masyarakat memanfaatkan kesempatan ini. Selain mendapatkan servis gratis, kita juga ikut memberi ruang kepada anak-anak SMK untuk belajar dan mengasah keterampilannya. Jadi, Hari Jadi Jawa Timur bukan hanya kita peringati, tetapi juga kita isi dengan manfaat yang bisa dirasakan langsung secara bersama,” pungkasnya.(her)
