Surabaya, 9 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen memberikan perhatian dan pendampingan mendalam bagi warga yang membutuhkan penanganan kesehatan. Kali ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung meninjau lokasi untuk memantau kondisi medis seorang warga penderita kanker yang memerlukan tindakan cepat.
Pasien tersebut adalah Dian, seorang penderita disabilitas. Dian diketahui sudah mengeluhkan rasa tidak nyaman dan sakit di bagian perut. Namun, ia enggan menceritakan kondisinya kepada orang tua karena tidak ingin menjadi beban bagi ibunya.
Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa riwayat keluhan Dian semakin terlihat parah setelah Lebaran 2026. Berat badan Dian terus turun hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan menyeluruh dari tingkat Puskesmas hingga rujukan rumah sakit.
“Awalnya dicek di Puskesmas terdeteksi tumor, lalu dirujuk ke RS BDH ditemukan ada kista di bagian atas dan tumor di bagian bawah. Setelah dirujuk kembali ke RSUD Dr. Soetomo, baru diketahui bahwa itu kanker ganas,” kata Wali Kota Eri, Jumat (9/10/2026).
Meski demikian, hingga empat bulan berlalu, penanganan medis berupa tindakan operasi terhadap Dian belum juga terlaksana.
Mengetahui panjangnya antrean pelayanan di RSUD Dr. Soetomo yang menjangkau rujukan wilayah Indonesia Timur, Wali Kota Eri Cahyadi meminta Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, untuk berkoordinasi langsung dengan pihak RSUD Dr. Soetomo demi percepatan tindakan yang dibutuhkan.
“Kalau antrean di Soetomo terlalu lama, kita siapkan operasinya di RSUD Soewandhie agar bisa cepat ditangani. Kalau terlalu lama, kita khawatirkan kankernya makin menjalar. Kalau bisa dipercepat di Soetomo ya dilakukan di sana, tapi kalau tidak bisa, langsung kita tindak di Soewandhie,” tegas Wali Kota Eri.
Usai berdiskusi dan meninjau kondisi Dian, Wali Kota Eri bersama jajaran Dinas Kesehatan dan pihak RSUD Soewandhie langsung memboyong Dian beserta keluarganya menggunakan ambulans ke RSUD Soewandhie untuk menjalani pemeriksaan lengkap dan penanganan medis lebih lanjut.
Penanganan cepat ini tak lepas dari kepekaan Kader Surabaya Hebat (KSH) di wilayah Manukan Lor bernama Rita. Ia melaporkan kondisi Dian secara langsung melalui pesan singkat (Direct Message) ke hotline Lapor Cak Eri.
Aksi tanggap yang dilakukan Rita mendapatkan apresiasi tinggi dari Eri Cahyadi. Menurutnya, jika tidak ada laporan dari KSH, Pemkot Surabaya bisa terlambat mengetahui kondisi warga yang tertahan penanganannya.
“Saya sangat bangga dengan Bu Rita. Kalau saya tidak di-DM, saya juga tidak tahu. Kepedulian seperti ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai Kampung Pancasila yang harus menjadi contoh bagi kita semua,” ujar Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh kader KSH di Surabaya yang terus bersiagakan mendampingi dan memantau warga yang membutuhkan bantuan medis maupun sosial di lingkungan masing-masing.
“Saya berpesan kepada KSH untuk tidak ragu melapor jika menemukan kondisi darurat serupa di sekitarnya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menegaskan bahwa RSUD Dr. Soewandhie memiliki fasilitas layanan kanker yang sangat lengkap, yaitu Soewandhie Oncology Center.
“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota, pasien segera ditangani. RSUD Soewandhie memiliki Soewandhie Oncology Center, artinya kita mampu melakukan penanganan tumor dan kanker secara utuh dari awal sampai akhir,” terang dr. Billy.
dr. Billy menjelaskan, layanan di Soewandhie Oncology Center mencakup seluruh tahapan penanganan medis, mulai dari proses diagnostik awal, tindakan pembedahan (operasi pengambilan tumor/kanker), hingga terapi paripurna pascaoperasi.
“Setelah tindakan pembedahan untuk mengangkat tumornya, pasien membutuhkan perawatan lanjutan. Di RSUD Soewandhie, fasilitas seperti kemoterapi hingga radioterapi sudah ada. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien,” pungkasnya. (nis)
