Lumajang, 15 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Upaya mencegah stunting dimulai dari keluarga, tetapi keberhasilannya membutuhkan dukungan banyak pihak. Capaian angka stunting 0 persen di Desa Tempeh Tengah menjadi penyemangat bagi Kabupaten Lumajang untuk terus memperkuat edukasi keluarga, peran kader, dan kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat menghadiri Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu TP PKK Kabupaten Lumajang di Kantor Kepala Desa Tempeh Tengah, Rabu (14/10/2026).
Dewi Natalia menekankan bahwa upaya mewujudkan desa bebas stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi dan komitmen bersama antara kader PKK, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Selanjutnya mari saling menguatkan, terutama dalam mewujudkan ‘Desa Bebas Stunting’ di Kabupaten Lumajang. Ini membutuhkan kerja bersama, koordinasi dan komitmen dari semua pihak,” ungkap Dewi.
Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat. Kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman tentang pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Pencegahan stunting juga memerlukan perhatian sejak masa kehamilan, pemantauan pertumbuhan balita, pola asuh yang tepat, dan pemanfaatan layanan kesehatan dasar. Karena itu, keluarga perlu didukung informasi yang benar serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Dalam pelaksanaannya, kader PKK dapat memperkuat edukasi keluarga dan berkoordinasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta kader posyandu. Kolaborasi ini diharapkan membantu keluarga memperoleh informasi dan pendampingan terkait kesehatan serta pemenuhan gizi anak.
Capaian Desa Tempeh Tengah diharapkan dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus memperkuat upaya pencegahan stunting sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Evaluasi berkala juga penting agar kegiatan yang dijalankan dapat terus diperbaiki dan manfaatnya dirasakan keluarga.
Dewi Natalia berharap semangat kebersamaan tersebut tetap terjaga sehingga upaya mewujudkan desa bebas stunting di Kabupaten Lumajang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Capaian yang dilaporkan di Desa Tempeh Tengah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung generasi yang sehat dan berkualitas. Dengan keterlibatan keluarga, kader, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan, pencegahan stunting diharapkan semakin menjadi bagian dari perhatian sehari-hari masyarakat. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
