More
    BerandaUncategorizedBelajar Wisata Inklusif dari Kebun Kitala Strawberry di Kota Batu

    Belajar Wisata Inklusif dari Kebun Kitala Strawberry di Kota Batu

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Batu 13 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Di tengah udara dingin pegunungan Kota Batu, berdiri sebuah destinasi agroeduwisata yang menawarkan lebih dari sekadar panorama alam dan pengalaman memetik buah. Kebun Kitala Strawberry hadir sebagai ruang pemberdayaan sekaligus tempat terapi bagi penyintas disabilitas mental.

    Berlokasi di kawasan Kebun Krecek, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, kebun seluas lebih dari 900 meter persegi itu menyuguhkan hamparan hijau perkebunan stroberi, jeruk, hingga kesemek yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung. Suasana asri khas pegunungan menjadi daya tarik utama destinasi tersebut.

    Namun, yang membuat Kebun Kitala Strawberry berbeda dari wisata petik buah pada umumnya adalah konsep inklusif yang diusung. Tempat ini memadukan tiga fungsi sekaligus, yakni produksi pertanian, rekreasi ekoeduwisata, dan terapi psikososial bagi penyintas gangguan mental.

    Pengunjung tidak hanya menikmati wisata alam, tetapi juga belajar proses budidaya tanaman bersama para pekerja yang mayoritas merupakan penyintas disabilitas mental. Mereka terlibat aktif dalam berbagai aktivitas kebun, mulai dari merawat tanaman, menyiram, memangkas, hingga membuat pupuk organik.

    Belajar Wisata Inklusif dari Kebun Kitala Strawberry di Kota Batu

    Gagasan tersebut digagas oleh Ach. Shodikin, seorang perawat jiwa yang telah lebih dari 35 tahun berkecimpung di bidang kesehatan mental. Melalui Yayasan Rehabilitasi Mental Al-Hafish, Shodikin mengembangkan metode rehabilitasi berbasis pertanian terpadu untuk membantu para penyintas kembali mandiri dan produktif.

    Berangkat dari keprihatinan terhadap keberlanjutan hidup pasien pascarehabilitasi, Shodikin mulai merintis Kebun Kitala sejak 2022 dengan segala keterbatasan. Siapa sangka, ide sederhana yang terinspirasi dari rekreasi keluarga itu kini berkembang menjadi ruang terapi sekaligus sumber penghidupan bagi belasan penyintas disabilitas mental.

    Aktivitas bercocok tanam yang dilakukan setiap hari terbukti membantu membangun rutinitas positif, melatih fokus, serta meningkatkan kondisi psikologis para pekerja. Bahkan, terapi berbasis pertanian tersebut disebut mampu membantu menurunkan ketergantungan terhadap obat penenang secara signifikan.

    Kolaborasi Bersama KKN-PPM UGM

    Perjalanan Kebun Kitala Strawberry tentu tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan budidaya dan penguatan promosi wisata. Karena itu, pada pelaksanaan KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2025, Tim KKN-PPM UGM Lestari Bumiaji turut hadir mendampingi pengembangan destinasi wisata inklusif tersebut.

    Belajar Wisata Inklusif dari Kebun Kitala Strawberry di Kota Batu

    Melalui kolaborasi bersama pihak pengelola dan Yayasan Rehabilitasi Mental Al-Hafish, mahasiswa lintas disiplin menjalankan sejumlah program unggulan. Mulai dari penyusunan SOP budidaya stroberi, pengendalian hama menggunakan bioproteksi trichoderma, pembuatan perangkap lalat ramah lingkungan, hingga penyuluhan ergonomi dan senam penguatan otot bagi petani.

    Tak hanya fokus pada sektor pertanian, tim KKN juga mendorong penguatan promosi digital melalui pembuatan website wisata, pelatihan pemasaran media sosial dan WhatsApp Business, serta pengolahan hasil panen menjadi produk kreatif seperti selai stroberi.

    Kolaborasi tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap visi besar Shodikin dalam membangun agroeduwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kelompok rentan.

    Kebun Kitala Strawberry kini bukan sekadar tempat wisata petik buah. Lebih dari itu, tempat ini menjadi simbol harapan bahwa penyintas gangguan mental juga memiliki kesempatan untuk berkarya, mandiri, dan diterima di tengah masyarakat.

    Seperti pesan yang selalu disampaikan Shodikin, “Mereka adalah saudara kita yang juga punya potensi dan bakat. Maka berikan mereka kesempatan, bukan belas kasihan.” (her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru