Surabaya 30 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Ratusan peternak telur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Senin (29/6/2026), menuntut solusi atas anjloknya harga telur. Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, yang tengah menghadiri rapat paripurna, keluar menemui langsung para peternak tersebut.
Secara umum, para peternak ini protes dan mendesak pemerintah untuk mengambil solusi konkret atas anjloknya harga telur.
Wagub Emil pun menyampaikan, bahwa pihaknya memahami kondisi yang dialami oleh para peternak telur ini. “Jadi ini yang kemudian kami sangat-sangat berempati dengan kondisi beliau semua. Prihatin atas harga telur yang masih belum ideal bagi peternak untuk bisa menutup biaya-biaya mereka,” kata Emil.
Menurut Emil, ada tiga isu utama yang mengemuka. Pertama, over supply. Dinas Peternakan sebelumnya telah menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk membatasi supply dari DOC untuk ayam petelur. “Karena kalau gak nanti over supply,” jelas Emil.
Kedua, adalah bagaimana serapan untuk program makan bergizi gratis (MBG). Emil menjelaskan, pada saat rapat di Dinas Peternakan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pangan telah berjanji untuk menyerap 3 kali dalam seminggu dalam program MBG.
Harganya, minimal Rp24.000 perkg. Skema itu telah berjalan 2 Minggu sebelum masa libur. Namun, Emil tidak memungkiri kepatuhan dari SPPG dan mitra bervariasi. Data ini tengah diminta oleh Emil yang juga Satgas MBG. “Maka kami sudah minta datanya yang patuh yang mana, yang tidak tentu kita akan sampaikan kepada BGN agar bisa diberi teguran,” ucap Emil.
Lalu isu ketiga adalah mengenai surat dari menteri pertanian selaku kepala badan pangan nasional kepada segenap gubernur dan juga kepada satgas pangan se-Indonesia mengenai aturan harga, yaitu di level produsen sebesar Rp 26.500 dan Rp 30.000 di level konsumen. “Para peternak ini ingin audiensi langsung dengan Pak Dirkrimsus,” ungkap Emil.
Sebelumnya dalam aksi tersebut, para peternak membagikan telur rebus kepada anggota dewan, staf, dan aparat keamanan sebagai simbol kampanye pentingnya konsumsi telur. Mereka menegaskan harga telur di tingkat peternak kini hanya sekitar Rp16.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp24.000 per kilogram. Kondisi ini diperparah oleh kenaikan harga pakan.
Aksi ini juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Jatim, termasuk Wiwin Sumrambah dan Roaitu Nafif Laha. Para peternak menegaskan tuntutan mereka, yaitu harga telur harus naik, sementara harga pakan turun, agar usaha tetap bertahan.
“Kami sangat senang jika harga telur naik dan harga pakan turun,” ungkap Nur Muhammad Ali, perwakilan massa di lokasi. (pca)
