Bojonegoro, 21 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus bergerak cepat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan melalui program inovatif Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Pertelur Mandiri).
Program yang sudah berjalan sejak 2025 ini menjadi solusi bagi keluarga prasejahtera untuk membangun kemandirian ekonomi dari halaman rumah sendiri.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam arahannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Gayatri di Pendopo Kecamatan Dander (21/7/2026), menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi masa depan bagi masyarakat.
“Saya ingin masyarakat belajar mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Melalui bantuan ayam petelur ini, setiap keluarga diharapkan bisa mencukupi gizi anak-anak sekaligus memiliki penghasilan tambahan setiap harinya,” beber Bupati.
Program Gayatri di tahun 2026 ini menyasar 4.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga 5 pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa dari Gayatri, hasil telur harian dapat langsung dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga, yang sangat krusial bagi pertumbuhan anak-anak.
Ia juga mendorong KPM untuk menyisihkan hasil penjualan telur guna membeli bibit ayam baru saat masa produktif ayam habis (sekitar 20-22 bulan), sehingga usaha ini dapat berkelanjutan.
Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan, masyarakat dibekali ilmu manajemen budidaya, kesehatan hewan, hingga pengelolaan keuangan melalui Bimtek agar usaha ternak mereka tidak berhenti di tengah jalan.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bojonegoro berkomitmen penuh pada transparansi data. Penerima bantuan dipilih berdasarkan kriteria objektif, yakni mereka yang berada di usia produktif (18-60 tahun) dan memiliki niat kuat untuk beternak.
“Hari ini bantuan diberikan kepada yang benar-benar berhak berdasarkan data Desil 1 sampai 5. Bukan karena kedekatan politik, tapi karena bapak ibu memang layak dibantu untuk lebih sejahtera,” tandas Bupati di hadapan 80 peserta KPM dari 8 desa di Kecamatan Dander.
Dengan program Gayatri, Pemkab Bojonegoro optimistis dapat menekan angka kemiskinan sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi mikro yang kuat di tingkat desa.
Melalui telur-telur yang dihasilkan, Bojonegoro sedang merajut masa depan yang lebih sehat dan mandiri.(exo)
