Bojonegoro 29 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat menindaklanjuti isu dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMAN 3 Bojonegoro yang sempat beredar di media sosial. Respons cepat ini ditunjukkan melalui kunjungan langsung Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, ke sekolah tersebut pada Selasa (28/04/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan pendidikan, sekaligus memastikan informasi yang berkembang di masyarakat dapat diverifikasi secara langsung di lapangan.
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati tidak hanya melakukan pengecekan administratif, tetapi juga berdialog langsung dengan siswa penerima PIP. Hasilnya, tidak ditemukan adanya praktik pemotongan dana sebagaimana yang sempat diberitakan.
“Kami ingin memastikan langsung dari para penerima manfaat. Berdasarkan hasil dialog dengan siswa, dapat dipastikan bahwa informasi terkait pemotongan dana PIP tidak benar,” tegasnya.
Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa mekanisme penyaluran dana PIP telah berjalan sesuai ketentuan. Pihak sekolah berperan dalam menyampaikan informasi pencairan dana, sementara proses pengambilan dilakukan secara mandiri oleh siswa melalui bank penyalur tanpa potongan.
Pemanfaatan dana PIP oleh siswa pun beragam, mulai dari memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, ditabung, hingga digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga.
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Oleh karena itu, pemanfaatannya diharapkan tepat sasaran dan mendukung kebutuhan pendidikan.
“Bantuan ini ditujukan untuk meringankan biaya pendidikan, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan mampu meluruskan informasi yang sempat berkembang di masyarakat, sekaligus memberikan kepastian dan rasa tenang bagi siswa serta orang tua.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.
Melalui langkah yang cepat, terbuka, dan responsif, diharapkan kepercayaan publik terhadap program bantuan pendidikan tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.(exo)
