Bandung 8 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pertandingan hari kedua Pekan 3 kompetisi Pro Futsal League 2 (PFL 2) 2026 menyajikan duel big match antara sang pemuncak klasemen Proton FC (PFC) melawan penantang kuat Maestro Solo FC (MSF).
Bertanding di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Jumat (8/5) pagi, laga berintensitas tinggi ini berhasil dimenangkan oleh PFC dengan skor meyakinkan 7-4.
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Ahmad Alamsyah Baharuddin, pertandingan langsung berjalan dalam tempo yang sangat cepat.
MSF berhasil mengejutkan barisan pertahanan lawan dengan mencetak gol pembuka lewat aksi Moh. Derik Cristianto pada menit ke-3, yang kemudian sukses menggandakan keunggulan timnya lewat gol kedua pada menit ke-9. Tertinggal dua gol, PFC berupaya keras untuk bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Vicky Saputra pada menit ke-13. Kebangkitan PFC semakin nyata saat Sani Khoirul Juliana sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol krusialnya pada menit ke-19.
Babak pertama yang berlangsung sangat ketat ini turut diwarnai keluarnya sejumlah kartu kuning; pemain PFC, Raka Febianto, diganjar kartu kuning pada menit ke-12, sementara di kubu MSF, kartu kuning diberikan kepada Muhamad Fariz Dwiputra (14′), Adam Wahid Waskita (16′), dan Christiawan Arif Santoso (18′). Skor imbang 2-2 pun bertahan hingga waktu turun minum.
Memasuki babak kedua, Head Coach Proton FC, Rio Pangestu Marasabessy, menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil lebih agresif dan menguasai kendali permainan. Strategi ini terbukti sangat efektif saat PFC tampil trengginas dengan menyarangkan lima gol secara beruntun ke gawang lawan.
Momentum tersebut diawali oleh sepasang gol dari Bambang Bayu Saptaji dan Muhamad Dafa Erlangga yang tercipta di menit yang sama, yakni pada menit ke-22. Gempuran berlanjut lewat gol cepat dari Haekel Ayyasy Caesario (25′), Muhammad Revaldo Arkeisya (25′), dan ditutup dengan apik oleh Muhammad Nabil Syuhada pada menit ke-27.
Merespons ketertinggalan jauh tersebut, Head Coach Maestro Solo FC, Fandy Frima Dana Butarbutar, mencoba memperbaiki taktik dan terus menekan. MSF berhasil menambah dua gol balasan lewat eksekusi penalti Moh. Derik Cristianto yang melengkapi raihan hattrick-nya pada menit ke-30, serta gol dari Ilham Ramadhan pada menit ke-35.
Pada babak kedua ini, wasit kembali memberikan satu kartu kuning kepada pemain PFC, Raka Febianto, pada menit ke-30.
Skor akhir 7-4 memastikan Proton FC (PFC) kembali meraih tiga poin sempurna, sekaligus semakin menegaskan dominasi mereka di puncak klasemen sementara PFL 2 putaran pertama.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Maestro Solo FC (MSF) harus kehilangan poin penting dan menuntut mereka untuk segera mengevaluasi celah di lini pertahanan.
Berkat penampilannya yang menjadi motor penggerak kebangkitan tim usai tertinggal, serta sumbangan gol penyama kedudukan di babak pertama, Sani Khoirul Juliana dinobatkan sebagai Man of the Match (MOTM) pada laga big match ini.(ian)
