Surabaya 10 Februari 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Gelaran Airlangga Education Expo (AEE) 2025 telah memasuki hari terakhir, Minggu (9/2/2025). Meskipun telah memasuki hari terakhir, antusiasme peserta tampak tidak surut. Terlihat dari ribuan peserta yang hadir memadati Airlangga Convention Centre (ACC), yang berada di Kampus MERR-C, UNAIR.
Pada AEE hari ketiga, UNAIR memberikan penghargaan kepada pemenang lomba Instagram reels dan video Tiktok. Selain itu, terdapat penghargaan kepada pemenang booth fakultas dan unit kerja dengan enam nominasi. Yakni booth terinformatif, pengunjung terbanyak, booth dengan pelayanan terbaik, booth terinformatif, booth terinteraktif, dan booth terbaik di AEE 2025.
Apresiasi Penuh
Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak Ca secara langsung menutup seluruh rangkaian kegiatan AEE 2025. Pada kesempatan ini, Prof Nasih juga mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya serta ucapan terima kasih untuk seluruh peserta yang turut hadir mulai hari pertama hingga terakhir. Ia juga menyoroti siswa-siswi yang hadir dari luar Jawa Timur, hingga luar Jawa.
Rektor UNAIR juga mengajak seluruh ketua OSIS yang hadir dan mengikuti seleksi golden ticket untuk berfoto bersama. “Sesi foto pertama ini adalah foto bersama dengan para calon pemimpin bangsa ini pada era Indonesia emas tahun 2045,” ucapnya.
Setelah berfoto dengan kandidat penerima golden ticket yang merupakan ketua OSIS, Rektor UNAIR juga mengajak seluruh siswa yang mendaftarkan diri sebagai kandidat golden ticket untuk berfoto bersama. Sebagai informasi, pada hari pertama sudah ada tiga golden ticket yang diberikan kepada siswa-siswi SMA yang hadir di AEE.
Serba Serbi Golden Ticket
Pada penutupan AEE 2025, Rektor UNAIR memberikan beberapa kata penutup sekaligus pesan kepada sekitar tiga ribu peserta yang hadir. “SNBP, golden ticket itu kan seleksi, bukan ujian. Beda kalau ujian kelulusan, hanya 0.01 persen yang tidak lulus. Sedangkan pada seleksi, yang tidak diterima akan jauh lebih banyak daripada yang diterima,” katanya.
“Oleh karena itu, dalam seleksi apapun, jangan terlalu bersedih apabila belum mendapat rezeki untuk diterima. Karena akan selalu ada kesempatan, jika bukan SNBP dan golden ticket, maka masih ada SNBT. Jika bukan SNBT, maka masih ada Ujian Mandiri,” imbuhnya.
Prof Nasih juga menjelaskan bahwa peminat UNAIR sangat banyak dan meningkat seiring berjalannya tahun. Setiap tahunnya, daya tampung UNAIR untuk jenjang sarjana hanya berada di angka 5.000 hingga 6.000. Dengan total seluruh jenjang dari D3 hingga S3 di angka 9.000 mahasiswa.
“Untuk SNBP, UNAIR memiliki daya tampung 2.100. Sehingga, jika diukur secara statistik probabilitas untuk lolos sangat kecil. Oleh karena itu, bagi mereka yang bisa diterima SNBP di UNAIR, merekalah putra putri terbaik di Indonesia, dan saya harap, kalian akan putra putri terbaik itu,” harap Rektor UNAIR.
Lebih lanjut, Prof Nasih menjelaskan tentang golden ticket yang menjadi bintang dalam gelaran AEE dari tahun ke tahun. Penerima golden ticket secara keseluruhan akan diumumkan di awal Maret. Kepastiannya akan diberikan melalui pengumuman resmi setelah 18 Maret atau setelah pengumuman SNBP.
“Jadi kita akan menghimpun seluruh data pendaftar secara komprehensif, kemudian kita seleksi. Terutama untuk prestasi non-OSIS, masih banyak kesempatan untuk kalian. Untuk hari ini, formulanya yang kita umumkan hanya kandidat atau nominasi saja,” jelas Guru Besar FEB UNAIR itu. Terakhir, sembari menutup acara, Prof Nasih juga memberikan predikat kandidat golden ticket kepada belasan siswa berprestasi dan berpengalaman dalam kepemimpinan yang hadir. Harapannya, hal itu dapat memicu semangat seluruh siswa yang ingin masuk ke UNAIR, baik dari jalur SNBP, SNBT, golden ticket, hingga jalur ujian mandiri.(naf)
