More
    BerandaEkonomiBPS Catat: Jatim Alami Inflasi 0,02 Persen (m-t-m) pada April 2026

    BPS Catat: Jatim Alami Inflasi 0,02 Persen (m-t-m) pada April 2026

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 5 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat April 2026 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,02 persen dibanding Maret 2026 month-to-month (m-t-m) yang dipengaruhi oleh naiknya harga beberapa komoditas seperti avtur serta harga pangan seperti tahu mentah, tempe, beras dan sayur tomat.

    “Selama April terdapat berbagai catatan peristiwa seperti lonjakan harga energi dan dinamika komoditas global sehingga memicu inflasi di Jawa Timur,” kata Statisti Ahli Madya BPS Jawa Timur Debora Sulistya Rini dalam siaran pers berita resmi statistik di Surabaya, Senin (04/05/26)

    Dikatakan Debora inflasi di Jatim bulan April dilatarbelakangi oleh beberapa faktor seperti terjadinya kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex serta lonjakan harga avtur akibat kenaikan harga minyak dunia memicu peningkatan biaya transportasi, tiket pesawat, dan logistik.

    Secara rinci, untuk angkutan udara mengalami inflasi 18,38 persen dengan andil 0,23 persen, minyak goreng inflasi 4,12 persen dengan andil 0,05 persen, nasi dengan lauk inflasi 1,39 persen dengan andil 0,03 persen, laptop/notebook inflasi 3,15 persen dengan andil 0,03 persen, dan tomat inflasi 11,31 persen dengan andil 0,02 persen.

    Berikutnya, tahu mentah mengalami inflasi 2,54 persen dengan andil 0,02 persen, telepon seluler inflasi 1,63 persen dengan andil 0,01 persen, tempe inflasi 2,26 persen dengan andil 0,01 persen, beras inflasi 0,28 persen dengan andil 0,01 persen, dan bensin inflasi 0,25 persen dengan andil 0,01 persen.

    Sementara beberapa komoditas yang mengalami deflasi seperti daging ayam ras 10,45 persen, cabai rawit 27,36 persen, emas perhiasan 4,65 persen, dan telur ayam ras 7,85 persen karena terjadi normalisasi harga setelah Ramadhan.

    “Setelah mengalami kenaikan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri akibat tingginya permintaan, harga sejumlah bahan pangan mulai menunjukkan tren penurunan dan kembali ke tingkat yang lebih stabil,” ujar Debora.

    Dengan terjadinya inflasi pada April maka inflasi tahun ke tahun (yoy) April 2026 terhadap April 2025 tercatat sebesar 2,85 persen, sedangkan inflasi tahun kalender yaitu April 2026 terhadap Desember 2025 sebesar 1,15 persen. (myo).

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru