More
    BerandaPendidikanInovasi FLO-Retech Mahasiswa UNAIR Raih Pendanaan Pertamina

    Inovasi FLO-Retech Mahasiswa UNAIR Raih Pendanaan Pertamina

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 25 Februari 2025 | Draft Rakyat Newsroom –  Universitas Airlangga (UNAIR) tak hentinya menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini tim FLO-RETECH UNAIR yang terdiri dari 3 mahasiswa FPK yaitu Putri Salma Nabila, Siti Nur Aini, Candra Puspitasari dan 2 mahasiswa FTMM yaitu Aufar Mahran Alleani, dan Rizki Ramanda Putra. Mereka berhasil memperoleh pendanaan dari Pertamina Foundation serta raih penghargaan infografis terbaik.

    Tim FLO-RETECH berhasil mengembangkan teknologi berbasis IoT yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta keberlanjutan ekosistem perikanan. Proyek itu bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam penerapan teknologi bioflok di sektor perikanan. Proyek ini berhasil mendapatkan pendanaan yang dimulai dari bulan November 2024 dan masih berlangsung hingga Februari 2025

    Alat Pemantau Kualitas Air

    Ketua tim FLO-RETECH, Putri Salma Nabila menyampaikan bahwa FLO-RETECH adalah penggunaan alat yang dapat mendeteksi rasio C/N, pH DO, serta suhu secara real-time berbasis renewable energy. Alat itu didesain berbasis aplikasi ramah lingkungan dan dilengkapi dengan microcontroller serta energi terbarukan.

    “Maka dengan adanya pemantauan yang efisien dan otomatis, alat ini dapat digunakan pembudidaya untuk menjaga kondisi optimal bagi pertumbuhan ikan dan kualitas air, mengurangi risiko kegagalan budidaya akibat fluktuasi rasio C/N. Selain itu, teknologi ini juga membantu mengurangi biaya operasional sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya,” ungkapnya.

    Mendukung SDGs

    Nabila menyampaikan bahwa proyek FLO-RETECH itu mendukung pencapaian target SDGs, terutama poin ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), poin ke-9 (industri, inovasi, dan infrastruktur) dan poin ke-14 (pelestarian dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan).

    “Dengan teknologi ini, para pembudidaya dapat meningkatkan produktivitas mereka, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih layak dan stabil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Inovasi ini juga berkontribusi pada pengembangan infrastruktur dan teknologi berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan global untuk membangun industri yang inklusif dan inovatif,” ungkapnya.

    Solusi Strategis

    Menurut Nabila, pendekatan itu tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ikan secara signifikan tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dengan mengurangi dampak pencemaran perairan. Selain itu, penggunaan alat FLO-RETECH juga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh petambak dalam proses budidaya.  “Kami berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berdampak ekonomis bagi pembudidaya, tetapi juga memperhatikan aspek ekologis dan memberikan kebermanfaatan bagi pembudidaya. Selain itu kami juga mengupayakan untuk dapat menyebarluaskan penggunaan alat ini dalam praktik budidaya,” ujarnya.(far)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru