More
    BerandaUncategorizedRehabilitasi Sekolah Diresmikan, Perkuat Infrastruktur dan Kualitas Pendidikan

    Rehabilitasi Sekolah Diresmikan, Perkuat Infrastruktur dan Kualitas Pendidikan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lamongan 5 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan sarana prasarana SMA, SMK, dan SLB (negeri/swasta) se-wilayah Lamongan dan Gresik, Rabu (4/3) di SMAN 2 Lamongan.

    Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa agenda tersebut selaras dengan komitmen Pemkab Lamongan dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

    “Peresmian rehabilitasi untuk sekolah menjadi momentum penting dalam mendorong perbaikan kualitas pendidikan. Baik dari segi infrastruktur, maupun kualitas belajar mengajar,” tutur Pak Yes.

    Disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Soto, pembangunan pendidikan di Lamongan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik. Namun juga pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Hal tersebut tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tahun 2025 yang mencapai 76,81, berada di atas rata-rata target.

    “Di Lamongan terus kita dorong tidak hanya infrastruktur, tapi kualitas belajar mengajar juga kita perbaiki. Salah satu alat ukur yang dapat dilihat adalah IPM kita yang cukup tinggi, 76,8. Ini di atas rata-rata,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Yes menegaskan komitmen Pemkab Lamongan untuk memaksimalkan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui berbagai program strategis pendidikan. Di antaranya beasiswa Perintis yang telah membiayai hampir 8 ribu anak, Program Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru) yang membantu anak putus sekolah kembali mengenyam pendidikan, serta Gertak Desa (Gerakan Kesetaraan Belajar) yang diselenggarakan di desa-desa.

    “Motivasi kita adalah agar tidak ada anak Lamongan yang tidak sekolah karena terhambat keterbatasan biaya. Melalui Perintis Beasiswa hampir 8 ribu anak telah kita biayai. Program Aksi Biru membantu anak-anak yang sempat tidak sekolah untuk kembali bersekolah. Gertak Desa juga kita hadirkan untuk memperluas akses kesetaraan belajar,” tambahnya.

    Berbagai program tersebut sebagai bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas. Terlebih SDM berkualitas adalah investasi jangka panjang untuk melanjutkan pembangunan daerah di masa mendatang.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa secara total, terdapat sekitar 400 sekolah di Jawa Timur yang mendapatkan revitalisasi dan rehabilitasi. Ia berharap program tersebut mampu menguatkan daya dukung sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

    “Kita berharap revitalisasi ini akan menguatkan daya dukung sekolah. Daya dukung lingkungan sekolah harus kita siapkan dan jaga bersama. Setiap lembaga pendidikan penting untuk mengedepankan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” tuturnya.

    Khofifah juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga fasilitas sekolah agar tetap terpelihara dengan baik, sehingga penguatan daya dukung lingkungan sekolah dapat berjalan optimal.

    Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah, diharapkan sebagai penguatan sarana prasarana dan kualitas pembelajaran dapat berjalan beriringan, guna mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.(dit)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru