Surabaya, 28 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengalaman pelanggan saat menggunakan transportasi kereta api. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui Face Recognition Boarding Gate, yang kini semakin diminati masyarakat.
Sepanjang Semester I Tahun 2026, tercatat sebanyak 685.021 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate di wilayah KAI Daop 8 Surabaya. Jumlah tersebut meningkat 36.296 pelanggan atau sekitar 5,6 persen dibandingkan Semester II Tahun 2025 yang mencatat sebanyak 648.725 pelanggan.
Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap inovasi digital KAI yang mampu memberikan pengalaman perjalanan lebih praktis, cepat, aman, dan nyaman sejak proses keberangkatan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Selasa (28/7) mengatakan bahwa Face Recognition Boarding Gate merupakan salah satu bentuk komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
“Transformasi digital yang dilakukan KAI bertujuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah dan nyaman. Melalui Face Recognition Boarding Gate, pelanggan tidak lagi perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas saat boarding. Cukup dengan verifikasi wajah, pelanggan dapat langsung memasuki area keberangkatan secara cepat, praktis, aman, dan tetap mengutamakan perlindungan data pribadi,” ujar Mahendro.
Di wilayah KAI Daop 8 Surabaya, layanan Face Recognition Boarding Gate saat ini tersedia di tiga stasiun, yaitu Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, dan Stasiun Malang.
Berdasarkan data Semester I Tahun 2026, Stasiun Surabaya Pasarturi menjadi stasiun dengan jumlah pengguna Face Recognition Boarding Gate tertinggi, yakni mencapai 327.434 pelanggan. Disusul Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 269.552 pelanggan, dan Stasiun Malang sebanyak 88.035 pelanggan.
Mahendro menjelaskan bahwa tingginya pemanfaatan layanan tersebut menunjukkan semakin banyak pelanggan yang merasakan manfaat digitalisasi layanan KAI dalam mendukung perjalanan yang lebih efisien.
“Teknologi Face Recognition Boarding Gate mampu mempercepat proses boarding hanya dalam hitungan detik. Selain mengurangi antrian, pelanggan juga tidak perlu lagi mencari atau menyiapkan dokumen perjalanan ketika memasuki area boarding. Hal ini menjadi salah satu bentuk peningkatan kualitas layanan yang kami hadirkan agar pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman sejak berada di stasiun,” jelasnya.
Layanan Face Recognition Boarding Gate bekerja dengan mencocokkan wajah pelanggan yang telah melakukan registrasi dengan data identitas resmi yang tersimpan pada sistem KAI. Proses registrasi cukup dilakukan satu kali, sehingga pada perjalanan berikutnya pelanggan dapat langsung memanfaatkan layanan tersebut selama data identitas yang digunakan tidak mengalami perubahan.
Selain memberikan kemudahan, layanan ini juga mendukung implementasi operasional yang lebih ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket cetak serta membantu menciptakan arus pelanggan yang lebih lancar, khususnya pada periode dengan volume perjalanan yang tinggi.
KAI Daop 8 Surabaya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate agar dapat menikmati pengalaman boarding yang lebih modern, efisien, dan praktis. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah melalui petugas di stasiun yang telah menyediakan fasilitas tersebut.
“Ke depan, KAI akan terus mengembangkan berbagai inovasi digital untuk menghadirkan layanan transportasi yang semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan Face Recognition Boarding Gate sebagai bagian dari pengalaman baru menggunakan kereta api yang lebih modern, praktis, dan berkesan,” tutup Mahendro.(myo)
