Surabaya 2 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terkendali memasuki April 2026. Evaluasi kondisi sepanjang Maret 2026 menjadi dasar penguatan langkah ke depan agar kebutuhan warga terus tercukupi dengan baik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan, kondisi pasokan pangan di Surabaya dalam keadaan aman dengan dukungan pemantauan rutin di pasar tradisional maupun modern.
“Hasil evaluasi Maret menunjukkan ketersediaan pangan terjaga dengan baik, dan ini kami lanjutkan sebagai dasar penguatan langkah di bulan April,” kata Nanik, Kamis (2/4/2026).
Ketersediaan beras menjadi salah satu indikator utama. Indeks Kecukupan Pangan (IKP) Surabaya tercatat mencapai 3,13 pada Maret 2026, yang mencerminkan kecukupan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Cadangan beras yang memadai di gudang Bulog turut memperkuat jaminan pasokan ke depan.
“Dengan stok yang tersedia, kami optimistis kebutuhan beras masyarakat tetap tercukupi dan harga dapat dijaga tetap stabil,” ujarnya.
Di sektor peternakan, pasokan daging juga dipastikan aman. Stabilnya aktivitas pemotongan ternak di Rumah Potong Hewan (RPH) dan Tempat Pemotongan Hewan (TPH) menjadi indikator bahwa distribusi dan ketersediaan berjalan dengan baik.
Memasuki April, Pemkot Surabaya terus melanjutkan berbagai langkah penguatan, terutama melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah. Upaya ini difokuskan pada komoditas strategis agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Program pasar murah dan GPM akan terus kami intensifkan sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia di tengah kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, penguatan dari sisi produksi juga terus dilakukan melalui pembagian bibit dan dukungan sarana pertanian, termasuk untuk komoditas hortikultura.
“Langkah ini bertujuan menjaga kesinambungan pasokan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat kota,” terangnya.
Pemkot Surabaya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga mempertahankan sistem pemantauan harian terhadap harga dan ketersediaan pangan. “Dengan sistem ini, setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons secara cepat dan tepat,” ungkapnya.
Nanik menegaskan, berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Surabaya dalam memberikan rasa tenang kepada masyarakat.
“Kami pastikan pasokan pangan aman, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman,” pungkasnya. (nis)
