Lumajang 8 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan penataan distribusi ternak kambing dan domba sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha peternak lokal.
Kebijakan ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi ketersediaan ternak yang saat ini dalam posisi mencukupi, sehingga diperlukan pengelolaan pasokan yang lebih terarah agar dinamika harga tetap stabil dan aktivitas usaha peternakan berjalan secara sehat.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, drh. Endra Novianto, menjelaskan bahwa peningkatan populasi kambing dan domba dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi pasar.
“Peningkatan populasi terjadi seiring berkembangnya minat usaha di sektor ini, sementara kebutuhan pasar cenderung berada pada tingkat yang relatif stabil,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, dalam situasi tersebut, pemerintah daerah mengambil peran sebagai pengelola keseimbangan ekosistem usaha, bukan sebagai penentu harga. Penataan distribusi menjadi instrumen untuk menjaga agar interaksi antara pasokan dan permintaan tetap proporsional.
“Langkah ini diarahkan untuk menciptakan ruang usaha yang lebih seimbang, sehingga peternak dapat menjalankan usahanya dengan lebih terencana,” jelasnya.
Selain aspek distribusi, penguatan sektor hulu juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah terus meningkatkan layanan pendampingan melalui tenaga kesehatan hewan dan inseminator, yang difokuskan pada peningkatan kualitas ternak, efisiensi produksi, serta pengendalian kesehatan hewan.
Pendekatan ini bertujuan membangun daya saing peternak, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Komoditas kambing pedaging dari Lumajang diketahui masih memiliki peluang pemasaran ke berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, hingga Bali.
Lebih jauh, pemerintah daerah juga mendorong penguatan manajemen usaha dan jejaring pemasaran sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Dengan sistem distribusi yang lebih tertata dan kapasitas produksi yang meningkat, peternak diharapkan mampu merespons dinamika pasar secara lebih adaptif.
Langkah terintegrasi ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menjaga keseimbangan antara aspek produksi, distribusi, dan keberlanjutan usaha. Tidak hanya memastikan sektor peternakan tetap berjalan, tetapi juga mendorongnya tumbuh sebagai pilar ekonomi masyarakat yang tangguh dan berdaya saing. (MC Kab. Lumajang)
