Surabaya 11 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Momen wisuda menjadi pencapaian yang penuh makna bagi setiap mahasiswa. Hal itu juga dirasakan oleh Ajeng Puri Natalia, wisudawan Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) Periode 261 sekaligus penerima beasiswa KIP-Kuliah. Di balik keberhasilannya menyelesaikan studi, tersimpan kisah perjuangan yang penuh keteguhan dan pengorbanan.
Setiap wisudawan memiliki perjalanan yang berbeda dalam menempuh pendidikan tinggi. Tidak sedikit yang harus menghadapi berbagai keterbatasan, namun tetap mampu bangkit dan menyelesaikan studi dengan baik, Ajeng menjadi salah satu di antaranya.
Bangkit Demi Keluarga
Sejak kecil, Ajeng telah merajut cita-cita untuk mengenakan jas putih sebagai seorang dokter. Namun, garis takdir berkata lain saat sang ayah berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Kehilangan pilar utama keluarga tersebut menjadi hantaman berat yang memaksa Ajeng mengubur mimpi besarnya demi menyesuaikan dengan realitas ekonomi yang ada. Namun, titik terendah tersebut justru menjadi bahan bakar bagi Ajeng untuk bangkit dan memilih jalan baru di Fakultas Hukum UNAIR.
“Saya berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengenal lelah dan mengupayakan yang terbaik bagi hidup saya, terutama untuk mama. Keberhasilan saya menuntaskan studi ini juga tidak lepas dari dukungan negara. Saya sangat berterima kasih kepada penyelenggara KIP-Kuliah yang telah memberikan bantuan pendidikan, sehingga hambatan biaya tidak lagi menjadi penghalang bagi saya untuk berproses,” ungkap Ajeng dengan penuh haru.
Pesan Langit di Tengah Kesulitan
Di balik kesuksesan akademiknya, Ajeng meyakini bahwa ada kekuatan besar yang menyertai setiap langkah kakinya. Ia berpesan kepada mahasiswa lain yang tengah berjuang di tengah himpitan kesulitan agar tidak pernah kehilangan harapan.
Baginya, aspek spiritual adalah jangkar di tengah badai kehidupan. “Jangan pernah lupa untuk selalu melihat ke atas. Percayalah ada Tuhan yang selalu memberikan dukungan dan jalan keluar dari setiap kesulitan yang ada. Kerja keras memang penting, tetapi doa dan ketenangan batinlah yang membuat kita mampu bertahan hingga garis finis,” pesannya. Atas dedikasi, ketekunan, serta keaktifannya selama berkuliah di Kampus Ksatria, perjuangan Ajeng mendapatkan pengakuan luar biasa. Di momen wisuda yang sakral, ia mendapatkan tawaran eksklusif langsung dari Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) melalui beasiswa penuh.(naf)
