Surabaya 16 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Industri teknologi seringkali identik dengan kemampuan teknis yang rumit. Namun, Rizki Amalia Fitri, alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), membuktikan bahwa latar belakang ilmu sosial memegang peranan krusial dalam menciptakan inovasi yang humanis. Saat ini, Rizki sukses menduduki posisi strategis sebagai Senior Product Marketing Manager di Kitabisa.com.
Menjembatani Ilmu Sosial ke Industri Digital
Bagi Rizki, latar belakang ilmu sosial adalah fondasi utama dalam memahami sudut pandang pasar secara lebih mendalam. Ketertarikannya pada perkembangan teknologi sejak bangku kuliah Ilmu Komunikasi membawanya pada peran Product Marketing Manager (PMM).
Posisi ini ia nilai sebagai peluang emas bagi lulusan ilmu sosial untuk masuk ke industri tech tanpa harus memiliki keahlian teknis seperti pemrograman. “Di posisi ini, kemampuan yang paling krusial adalah sikap agile dan berpikir kritis. Kita punya tanggung jawab meramu unique selling point agar produk tersebut menjadi pilihan utama. Latar belakang humanis membuat kita lebih mampu memahami POV target market karena inovasi yang baik justru lahir dari upaya menjawab permasalahan sosial yang nyata,” ungkap Rizki.
Bekerja di platform crowdfunding terbesar di Indonesia menuntut Rizki untuk mampu menyeimbangkan antara efisiensi fitur teknologi dengan sisi emosional donasi. Tantangan terbesarnya sebagai PMM adalah memastikan pesan yang disampaikan menyentuh hati tanpa menjadi eksploitatif atau sekadar meromantisasi empati. Melalui riset dan data perilaku pengguna, ia memastikan bahwa setiap fitur yang dikembangkan tetap transparan dan menjaga kepercayaan publik.
Transisi Menuju Industri Digital
Ketertarikan Rizki pada teknologi digital sudah tumbuh sejak ia menempuh studi Ilmu Komunikasi. Ia mengaku sejak awal sudah membidik perusahaan berbasis teknologi sebagai tujuan karirnya.
Baginya, Kitabisa.com adalah ekosistem yang tepat karena mampu memadukan aspek inovasi dengan nilai-nilai kebaikan (kindness). Sebagai seorang Product Marketing Manager (PMM), Rizki menjembatani antara sisi teknis pengembangan produk dengan kebutuhan pengguna.
Ia menekankan bahwa posisi ini adalah peluang emas bagi mahasiswa ilmu sosial yang ingin masuk ke industri tech namun tidak memiliki keahlian pemrograman. “Di posisi ini, kemampuan yang paling krusial adalah sikap agile dan berpikir kritis. Kita punya tanggung jawab meramu unique selling point agar produk tersebut menjadi pilihan utama bagi target pasar,” tambahnya.
DI akhir, Rizki membagikan sebuah nilai penting yang ia pegang teguh yakni Berani Berbuat Baik. Ia berpesan kepada mahasiswa UNAIR agar tidak takut untuk mengeksplorasi peluang baru yang kini terbuka lebar.
“Di industri digital, bukan soal siapa yang paling cepat atau paling pintar saja, tetapi siapa yang bisa dipercaya dan konsisten memegang nilai diri. Tetaplah menjadi individu yang memiliki integritas dan empati setinggi apapun karier yang diraih,” pungkas Rizki.(rin)
