Surabaya 17 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Gelaran Wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi momen apresiasi bagi para lulusan yang telah menunjukkan konsistensi dan dedikasi tinggi selama menempuh Pendidikan di bangku kuliah. Hal ini dibuktikan oleh Christopher Jason Santoso dan Muhammad Fadhli, dua wisudawan yang berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih predikat sebagai Wisudawan Terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada periode wisuda kali ini.
Datang dari jenjang Sarjana (S1), Christopher Jason Santoso yang merupakan wisudawan dari Departemen Studi Pembangunan ITS ini sukses meraih IPK nyaris sempurna sebesar 3,98. Di balik pencapaian tersebut, pemuda yang akrab disapa Christo ini mengaku terkejut karena awalnya hanya menargetkan untuk berusaha optimal di tiap semester, namun konsistensinya justru membawa dirinya melampaui ekspektasi hingga menyabet predikat wisudawan terbaik.
Pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari motivasi pribadinya sejak kali pertama menginjakkan kaki di perguruan tinggi, “Sejak awal masuk ITS melalui jalur SNBP, target saya hanya ingin bertahan dan memberikan yang terbaik di tiap semester,” ungkap Christo yang akan diwisuda pada hari kedua, Minggu (19/4) mendatang.

Tidak hanya unggul secara akademik, selama 3,5 tahun masa studinya pemuda asal Surabaya ini juga aktif mengembangkan diri melalui ITS Global Engagement (GE) atau Direktorat Kemitraan Global (DKG) ITS hingga sukses meraih gelar Champion of ASEAN Future Innovators Challenge di Malaysia. Di samping prestasi tersebut, wisudawan yang juga dikenal sebagai dalang muda ini mengisi waktu luangnya dengan melestarikan budaya sebagai bentuk kontribusi positif di luar bidang sains dan teknologi.
Kepeduliannya terhadap isu sosial kemudian ia tuangkan ke dalam skripsi kualitatif bertajuk Pembangunan Inklusi Sosial di Kota Surabaya: Studi Fenomenologi Diskriminasi Interseksionalistik terhadap Penutur dengan Rhotasisme. “Melalui wawancara mendalam untuk menginterpretasikan pengalaman subjektif para penutur, saya berharap riset ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kebijakan inklusif di Kota Surabaya,” tutur pemuda yang bercita-cita menjadi peneliti ini.
Predikat wisudawan terbaik juga datang dari jenjang Sarjana Terapan (D4) yang diraih oleh Muhammad Fadhli. Lulusan Program Studi (Prodi) D4 Departemen Teknologi Rekayasa Instrumentasi, Departemen Teknik Instrumentasi ITS ini mengantongi IPK sebesar 3,78. Meski awalnya sempat kesulitan karena tidak memiliki latar belakang kelistrikan saat SMA, ketekunannya mempelajari dasar-dasar instrumen sejak semester ketiga berhasil membawanya bangkit bahkan sukses meraih Indeks Prestasi Semester (IPS) sempurna 4,0 pada semester selanjutnya.

Berbeda dengan metode belajar konvensional, pemuda yang kerap disapa Fadhli ini lebih banyak mengandalkan praktik langsung melalui berbagai proyek dosen. Pengalaman lapangan ini ia implementasikan dalam Tugas Akhir (TA) berupa pembuatan alat Heat Exchanger Simulator. Alat yang dikembangkan dengan dukungan pendanaan ITS tersebut kini telah dihibahkan sebagai sarana praktikum di laboratorium Safety System Departemen Teknik Instrumentasi ITS untuk membantu adik tingkatnya belajar.
Meski memiliki jadwal yang padat sebagai asisten laboratorium dan pengurus BEM Fakultas Vokasi ITS, Fadhli tetap mampu menjaga performa akademiknya hingga lulus. Saat ini, Fadhli yang akan diwisuda besok, Sabtu (18/4) ini telah merintis karier di PT Sucofindo yang merupakan vendor untuk PT Freeport Indonesia di Gresik. Sebagai pesan penutup bagi mahasiswa lain, ia menekankan pentingnya kerendahan hati dalam belajar. “Sepintar apa pun kamu, tetaplah ibaratkan menjadi gelas kosong agar selalu siap menerima ilmu baru,” ujarnya mengingatkan. Pencapaian kedua wisudawan terbaik ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi sivitas akademika ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui riset inklusivitas sosial oleh Christo, ITS mendukung SDGs poin ke-10 tentang Berkurangnya Ketimpangan. Sementara itu, inovasi alat praktikum dan kesiapan kerja Fadhli di sektor industri selaras dengan SDGs poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas serta poin ke-9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.(naf)
