Surabaya 21 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR). Mereka membawa pulang juara satu pada perlombaan Business Plan Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Bangsa (UPB), Jakarta pada Minggu (19/04/2026) yang bertujuan melahirkan inovasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berdampak bagi masyarakat.
Tim UNAIR tersebut berasal dari FEB yang beranggotakan Abiddah Rahmatus Shalihah, Nadya Orlyn, Friscylia Renandika, dan Hilya Idzhar Mumtaz. Mereka menciptakan inovasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berdampak bagi masyarakat.
Solusi Limbah Organik dengan Biofilter Farmtech
Berangkat dari keresahan kondisi Indonesia yang memiliki aktivitas pertanian dan peternakan cukup tinggi yang menghasilkan limbah organik yang melimpah. Limbah ini seringkali menjadi sumber bau, pencemaran, dan masalah bagi lingkungan sekitar. Masalah ini mereka lihat bukan sebagai ancaman tetapi peluang, dengan mengembangkan inovasi Biofilter Farmtech yang merupakan karpet kandang anti bau yang mampu mengolah limbah menjadi pupuk kompos alami.
“Kami melihat adanya perubahan pola pikir, terutama pada Gen Z sekarang yang mulai tertarik pada konsep pangan mandiri. Seperti budidaya sederhana seperti lele, akuaponik, hingga ternak ayam pada skala rumah tangga. Solusi kami berpotensi menciptakan inovasi yang berkelanjutan di masa depan,” ujar Abiddah.
Mereka menunjukkan semangat dan motivasi yang besar untuk memanfaatkan ilmu yang mereka pelajari tidak berhenti menjadi teori, melainkan aksi bahwa limbah bukanlah suatu masalah melainkan peluang yang dapat diubah menjadi solusi.
Ide yang Membuahkan Aksi Nyata
Ia berharap Biofilter Farmtech dapat benar-benar diimplementasikan secara luas di sektor peternakan, khususnya Indonesia yang masih menghadapi permasalahan limbah organik sekaligus mengubah limbah yang selama ini dianggap masalah menjadi sumber nilai ekonomi berupa pupuk kompos alami. Mereka menekankan Biofilter Farmtech yang berkontribusi dalam mendukung sustainable agriculture serta mendorong terciptanya sistem circular economy yang mana tidak ada limbah yang terbuang sia-sia.
“Selanjutnya, visi kami adalah untuk mengembangkan inovasi ini menjadi produk yang terjangkau, mudah diaplikasikan, dan scalable sehingga tidak hanya digunakan oleh peternak skala besar, tetapi juga menjangkau peternak kecil di berbagai daerah agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ungkap Abiddah. Abiddah juga berpesan untuk tidak takut dan ragu dalam memulai, karena seringkali keberanian untuk mencoba adalah awal dari segalanya. “Ide besar tidak selalu lahir dari hal besar, tetapi dari kepedulian terhadap masalah di sekitar kita,” ujar Abiddah.(rin)
