More
    BerandaUncategorizedWabup Lumajang: Kerukunan Sosial Jadi Penopang Penting Pembangunan Daerah

    Wabup Lumajang: Kerukunan Sosial Jadi Penopang Penting Pembangunan Daerah

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang 22 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kekuatan sosial yang tercermin dari hubungan harmonis antarwarga.

    Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Lumajang periode 2026–2031 di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Selasa (21/4/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Mas Yudha menekankan bahwa stabilitas sosial merupakan prasyarat penting bagi keberlanjutan pembangunan. Menurutnya, hubungan yang harmonis di tengah masyarakat menjadi faktor yang menentukan kelancaran berbagai program pembangunan.

    “Pembangunan daerah tidak hanya ditopang oleh ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kekuatan sosial. Ketika hubungan antarwarga terjaga dengan baik, maka proses pembangunan dapat berjalan lebih kondusif,” ujarnya.

    Ia menambahkan, menjaga kerukunan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemerintah, dan komunitas.

    “Oleh karena itu, upaya menjaga kerukunan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan semua pihak. Ini bukan kerja satu kelompok saja, tetapi kerja bersama,” tegasnya.

    Dalam konteks tersebut, keberadaan FKUB dinilai memiliki peran strategis sebagai penghubung antarumat beragama sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga harmoni sosial. Peran ini menjadi semakin penting di tengah dinamika masyarakat yang beragam.

    Mas Yudha juga menekankan bahwa pendekatan dialog dan komunikasi yang terbuka perlu terus diperkuat untuk mencegah potensi gesekan sosial. Dengan ruang interaksi yang sehat, perbedaan dapat dikelola menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.

    Sementara itu, Ketua FKUB Lumajang, H. Asir, menyampaikan bahwa kepengurusan baru siap mengambil peran aktif dalam memperkuat kerukunan dan membangun komunikasi lintas agama yang konstruktif.

    “Kami berkomitmen menjaga suasana yang damai dan sejuk di tengah masyarakat. Kerukunan ini harus terus dirawat bersama,” ujarnya.

    Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan FKUB dalam menjaga stabilitas sosial.

    Dengan sinergi yang terbangun, diharapkan kerukunan umat beragama di Lumajang dapat terus terjaga sebagai bagian dari fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (MC Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru