Surabaya 23 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tidak pernah kehabisan cerita penuh inspirasi. Tahun ini, semangat pantang menyerah itu datang dari Veranica Imanuella Kalameha, seorang peserta disabilitas netra berusia 19 tahun yang melangsungkan ujian pada Kamis, 23 April 2026 bertempat di bertempat di Training Center, lantai 4 Gedung Rektorat, Kampus 2 Lidah Wetan.
Di tengah keterbatasan visualnya, gadis yang akrab disapa Vera ini membuktikan bahwa keberanian dan kerja keras adalah kunci untuk mendobrak batas dan meraih pendidikan tinggi.
Menariknya, kecintaan Veranica pada dunia komunikasi dan literasi membuatnya memantapkan hati untuk memilih program studi S-1 Ilmu Komunikasi UNESA sebagai pelabuhan mimpinya. Pilihan ini disandingkannya dengan prodi S-1 Sastra Indonesia dan D4 Administrasi Negara, yang kesemuanya juga berada di UNESA.
Saat ditanya apa yang memotivasinya memilih Ilmu Komunikasi, Veranica menjawab dengan penuh antusias, “Saya suka menulis dan suka public speaking,”. Minat dan bakat komunikasinya yang kuat ini menjadi alasan utama mengapa prodi Ilkom UNESA menjadi tujuan ideal baginya untuk berkembang.

Untuk bisa menembus persaingan masuk prodi impiannya tersebut, siswi lulusan SMA Negeri 10 Surabaya ini telah melakukan persiapan yang sangat matang. Ia disiplin belajar dan fokus mengikuti tryout online selama 6 bulan terakhir. “Tiap hari (belajar) 3 jam. Saya mengerjakannya pakai laptop juga, ada screen reader-nya,” jelas Veranica membagikan rutinitas belajarnya.
Kerja kerasnya selama berbulan-bulan itu terbayar lunas saat pelaksanaan UTBK. Ditemani oleh sang Ibunda yang setia menunggu di luar ruangan ujian, Veranica mengaku bisa menyelesaikan seluruh soal tanpa hambatan berarti. Keberhasilannya ini tidak lepas dari dukungan teknologi screen reader (pembaca layar) pada komputernya serta kesigapan panitia. “Pelayanannya sangat baik sekali, kakak-kakak yang mendampingi juga baik, terus selalu membantu,” puji Veranica.
Karakter tangguh Veranica sejatinya sudah terbentuk dari perjalanan pendidikannya. Setelah sebelumnya menempuh bangku SD dan SMP di sekolah khusus SLB Harmoni, ia mengambil langkah berani dengan beralih ke sekolah inklusi (SMAN 10 Surabaya) di jenjang menengah atas. “Alasannya ingin keluar dari zona nyaman, coba cari tantangan,” tegasnya membeberkan alasan perpindahan tersebut. Selain cerdas secara akademik dan jago public speaking, gadis ini rupanya juga serba bisa di bidang seni; ia mahir bernyanyi serta memainkan alat musik keyboard dan gitar.
Kisah inspiratif Veranica Imanuella Kalameha tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi potret nyata bahwa S-1 Ilmu Komunikasi UNESA selalu menjadi prodi primadona yang inklusif dan diidamkan oleh talenta-talenta hebat tanpa pandang bulu. Semangat tegarnya yang berani “keluar dari zona nyaman” diharapkan mampu mengantarkan Veranica resmi menjadi bagian dari keluarga besar S-1 Ilmu Komunikasi UNESA tahun ini. (bry)
