Lumajang 6 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 Bank Jatim di Kantor Pusat Surabaya, Rabu (6/5/2026), sebagai bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam mendukung pembangunan ekonomi.
Dalam forum tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Bank Jatim yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dan konsisten. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan kesehatan lembaga keuangan, tetapi juga memperlihatkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif, menghubungkan penghimpunan dana masyarakat dengan penyaluran kredit ke sektor produktif.
“Kinerja ini menjadi indikator bahwa fungsi intermediasi berjalan dengan baik, sehingga dapat terus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha produktif,” ujarnya.
Bank Jatim tercatat membukukan laba bersih bank only sebesar Rp1,546 triliun, tertinggi di antara Bank Pembangunan Daerah (BPD), dengan total aset mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen secara tahunan. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan signifikan, mencerminkan kepercayaan publik yang tetap terjaga.
Bupati Lumajang menilai, penguatan kinerja tersebut menjadi peluang untuk memperluas akses pembiayaan yang lebih merata, khususnya bagi pelaku UMKM yang memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi daerah.
“Perlu terus didorong agar akses pembiayaan semakin menjangkau pelaku usaha di daerah, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih inklusif,” tambahnya.
Selain itu, transformasi digital yang dilakukan Bank Jatim dipandang sebagai langkah penting dalam meningkatkan efisiensi layanan dan memperluas jangkauan akses keuangan. Digitalisasi memungkinkan proses layanan menjadi lebih cepat, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, keberlanjutan kinerja Bank Jatim memiliki keterkaitan langsung dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Oleh karena itu, sinergi yang terbangun diharapkan dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas.
Melalui kolaborasi yang terarah, peran perbankan daerah diharapkan tidak hanya menjaga kinerja keuangan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat. (MC Kab. Lumajang)
