More
    BerandaUncategorizedDari Sebuah Kantor Kecil di Lithuania, Mahasiswa UNAIR Belajar Memahami Dunia

    Dari Sebuah Kantor Kecil di Lithuania, Mahasiswa UNAIR Belajar Memahami Dunia

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 2 Juni 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Hal pertama yang disadari Fiona Lim selama mengikuti program magang Erasmus+ di Lithuania adalah bahwa pendidikan internasional tidak hanya dibangun melalui ruang kelas, perkuliahan, atau dokumen kerja sama antar universitas. Terkadang, semuanya berawal dari sebuah percakapan. Percakapan santai saat jeda kopi, diskusi mengenai makanan atau cerita sederhana tentang kehidupan di negara lain.

    Bagi Fiona, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR), momen-momen tersebut justru menjadi pelajaran paling berharga yang ia bawa pulang dari program Erasmus+ KA171 Short-Term Traineeship di Šiaulių Valstybinė Kolegija, Lithuania.

    Selama menjalani magang, Fiona menjalani program di International Office kampus. Ia memperoleh kesempatan secara langsung tentang program-program internasional dirancang dan bagaimana mobilitas mahasiswa dari berbagai negara dapat terlaksana.

    Dari sudut pandang mahasiswa, sebuah program internasional mungkin terlihat sederhana. Namun di balik layar, terdapat proses koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang melibatkan banyak pihak dari berbagai negara.

    Salah satu tugas Fiona adalah membantu persiapan Blended Intensive Programme (BIP) Erasmus+, sebuah program internasional yang mempertemukan peserta dari enam negara, yaitu Spanyol, Portugal, Lithuania, Estonia, Latvia, dan Turki.

    Melalui pengalaman tersebut, Fiona mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana kolaborasi internasional dijalankan. “Saya belajar bahwa penyelenggaraan program internasional membutuhkan banyak persiapan dan koordinasi. Ada banyak detail yang harus diperhatikan, tetapi sangat menarik melihat bagaimana orang-orang dari berbagai negara dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama,” ujarnya.

    Namun, pelajaran yang paling berkesan justru datang dari luar tugas formal di kantor. Bekerja dalam lingkungan internasional membuat Fiona berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki bahasa, budaya, sistem pendidikan, dan cara pandang yang berbeda. Setiap percakapan menjadi kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru.

    Meski tidak menguasai bahasa Lithuania, Fiona menemukan bahwa rasa ingin tahu sering kali mampu menjembatani berbagai perbedaan. Melalui percakapan sehari-hari dengan rekan kerja, mahasiswa internasional, maupun masyarakat setempat, ia memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan di Lithuania sekaligus merefleksikan identitas budayanya sebagai orang Indonesia.

    “Magang ini bukan hanya tentang pekerjaan. Saya belajar banyak hanya dengan berbicara dengan orang lain, mendengarkan cerita mereka, dan memahami bagaimana kehidupan berjalan di berbagai negara,” tuturnya.

    Percakapan-percakapan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Fiona untuk memperkenalkan Indonesia kepada orang-orang yang ditemuinya. Bagi sebagian rekan internasionalnya, Indonesia masih merupakan negara yang belum banyak mereka kenal. Dengan antusias, Fiona berbagi cerita tentang budaya, kuliner, keindahan alam, serta kehidupan masyarakat Indonesia.

    “Banyak orang yang saya temui belum mengetahui banyak tentang Indonesia. Saya senang bisa berbagi cerita tentang budaya, makanan, dan berbagai tempat indah di negara kita. Rasanya membanggakan bisa mewakili Indonesia dan membantu orang lain mengenal Indonesia lebih jauh,” ungkapnya.

    Di lingkungan International Office, Fiona juga menemukan sesuatu yang tidak kalah berharga: rasa diterima dan menjadi bagian dari sebuah komunitas. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pembimbingnya, Guoda dan Eglė, serta rekan kerjanya, Şule, yang menyambutnya dengan hangat sejak hari pertama.

    “Saya sangat senang ketika mereka mengatakan bahwa saya dapat berbaur dengan baik sejak awal. Rasanya seperti kami sudah lama bekerja bersama. Hal itu membuat seluruh pengalaman ini terasa sangat nyaman dan menyenangkan,” kenangnya. Apa yang awalnya hanya sebuah program magang singkat kemudian berkembang menjadi pengalaman yang jauh lebih bermakna.

    Melalui interaksi sehari-hari dengan kolega dan peserta internasional dari berbagai latar belakang, Fiona menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi lingkungan baru. Ia belajar untuk lebih adaptif, lebih terbuka terhadap perbedaan, dan lebih nyaman berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki pengalaman hidup yang berbeda.

    Program magang tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa minggu, tetapi dampaknya jauh melampaui ruang kantor tempat ia bekerja. Bagi Fiona, Erasmus+ bukan sekadar kesempatan untuk belajar atau bekerja di luar negeri. Program tersebut menjadi perjalanan pengembangan diri, pertukaran budaya, dan pembentukan hubungan yang bermakna dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia.

    Dan mungkin, itulah pelajaran terbesarnya: bahwa pendidikan yang paling berharga tidak selalu ditemukan di dalam buku atau ruang kuliah, melainkan melalui orang-orang yang kita temui sepanjang perjalanan.(rin)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru