Sukoharjo 5 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Rangkaian pertandingan kompetisi Pro Futsal League 2 (PFL2) 2026 kembali menyajikan laga yang sangat dramatis di GOR Bung Karno Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Pada pertandingan yang berlangsung Kamis (4/6) siang, duel super sengit antara Elano FC Tuban berhadapan dengan Great Grace Futsal Surabaya harus berakhir dengan kedudukan imbang sama kuat 4-4, yang diwarnai oleh hujan gol dan kartu merah di detik-detik akhir laga.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan menyerang dengan intensitas tinggi. Skuad Elano FC Tuban asuhan Head Coach Vennard Vonarza Victor H sukses membuka keunggulan lebih dulu lewat gol yang dilesakkan oleh Ahmad Ruziq Ababillah pada menit ke-17. Tensi yang memanas di paruh pertama ini turut membuahkan satu kartu kuning untuk kapten Elano FC Tuban, Dadang Prasetyo, pada menit ke-19. Namun, keunggulan Elano FC berhasil disamakan oleh Great Grace Futsal Surabaya sebelum turun minum melalui aksi Muhammad Galang Susilo Bangkit pada menit ke-20. Skor imbang 1-1 menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah menjadi sangat liar dan diwarnai aksi saling berbalas gol. Elano FC Tuban kembali menggebrak dan berhasil menjauh dengan mencetak dua gol beruntun melalui Kelvin Danar Saputra pada menit ke-27 dan sang kapten Dadang Prasetyo pada menit ke-28. Skuad Great Grace Futsal Surabaya yang diarsiteki oleh Head Coach Valentino Ferdinand Taroreh merespons tekanan dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 melalui gol Amirul Mukminin pada menit ke-30. Panasnya persaingan di babak kedua ini juga memaksa wasit mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Great Grace Futsal, Sulaiman Riski Hidayat, di menit ke-28.
Puncak drama yang paling menegangkan terjadi tepat di menit ke-40. Elano FC Tuban sempat mengira akan mengunci kemenangan setelah Radhika Wahyu Rezky Samodra mencetak gol keempat bagi timnya. Namun, petaka justru menghampiri Elano FC saat pemain mereka, Luhtfi Fathul Khair, harus diusir keluar lapangan akibat diganjar kartu merah langsung di menit yang sama (40′).
Situasi kacau tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh Great Grace Futsal Surabaya. Muhammad Galang Susilo Bangkit tampil heroik dengan mencetak gol keduanya (brace) pada menit ke-40 untuk menipiskan jarak. Keajaiban akhirnya datang bagi Great Grace Futsal ketika penjaga gawang Elano FC Tuban, Muhammad Aufa Nabil Musyaffa, melakukan gol bunuh diri (own goal) di detik-detik krusial menit ke-40, yang secara dramatis memaksa laga kembali imbang.
Skor akhir 4-4 tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Berkat ketajamannya di depan gawang, pergerakannya yang sulit diredam lawan, serta torehan dua gol (brace) yang menjadi motor kebangkitan timnya dari ketertinggalan di momen kritis, Muhammad Galang Susilo Bangkit secara mutlak dinobatkan sebagai Man of the Match (MOTM) pada laga epik ini.(ian)
