More
    BerandaUncategorizedTak Hanya Top Sustainability, SYRAGO Inovasi Mahasiswa UNAIR juga Raih Pendanaan Bisnis...

    Tak Hanya Top Sustainability, SYRAGO Inovasi Mahasiswa UNAIR juga Raih Pendanaan Bisnis Internasional 

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 5 Juni 2026  | Draft Rakyat Newsroom – SPYRAGO, startup yang bergerak di bidang climate-resilient nutrition besutan mahasiswa UNAIR berhasil meraih penghargaan Top 4 Sustainability di Bangkok Business Challenge. Tidak hanya itu, mereka juga memperoleh pendanaan bisnis sebesar USD 800 pada ajang tersebut. Mereka meraih penghargaan pada Rabu (3/6/2026) di Bangkok, Thailand. Kompetisi tersebut merupakan salah satu kompetisi startup mahasiswa paling bergengsi di Asia yang diikuti ratusan tim dari berbagai negara.

    Sebelum meraih penghargaan tersebut, SPYRAGO terlebih dahulu berhasil menembus Top 20 Semifinalis dari total 385 proposal yang masuk. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa UNAIR mampu bersaing dengan berbagai universitas ternama dunia dan mendapat pengakuan di tingkat global.

    “Rasanya sangat bersyukur karena mampu lolos dan berkompetisi dengan universitas top dunia seperti Stanford University dan Johns Hopkins University. Saat berhasil masuk Top 20 dari 385 submissions, kami merasa pencapaian ini menjadi validasi awal bahwa ide yang kami bawa memiliki relevansi global,” ujar Zahra selaku perwakilan tim.

    Inovasi Kesehatan Berbasis Keberlanjutan

    SPYRAGO merupakan startup yang bergerak di bidang climate-resilient nutrition dengan mengembangkan produk kesehatan dan layanan digital yang mengedepankan aspek keberlanjutan serta kewirausahaan sosial. Inovasi tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kondisi lingkungan.

    Melalui konsep Future Food, SPYRAGO berupaya menghadirkan solusi kesehatan yang adaptif terhadap tantangan masa depan. Tidak hanya berfokus pada manfaat kesehatan, startup tersebut juga mengintegrasikan aspek lingkungan dan dampak sosial ke dalam model bisnis yang berkembang.

    “Keunggulan SPYRAGO ada pada perpaduan antara health impact, sustainability, dan business feasibility. Kami tidak hanya menawarkan ide yang berdampak sosial, tetapi juga telah memiliki validasi dan traction di tujuh kota di Indonesia,” jelas Zahra.

    Kolaborasi Multidisiplin dan Pengalaman Global

    Tim SPYRAGO terdiri atas mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Yaitu Sandrina Indah Paraswati (Profesi Ners 2026), Fatimah Nur Fadillah (Magister Kesehatan Masyarakat 2024), David Mey Norton (Sistem Informasi 2023), Griffan Qisthan Rafidyan (Akuntansi 2024), dan Irvan Betrando Banjarnahor (Manajemen 2024). Mereka berada di bawah pendampingan Dr Habiburrochman sebagai advisor.

    Menurut tim, keberagaman latar belakang keilmuan menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyusun strategi bisnis dan pengembangan inovasi.

    Selama kompetisi berlangsung, tim menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari jadwal pitching yang padat hingga kebutuhan untuk menyampaikan ide yang kompleks secara efektif dalam bahasa Inggris. Selain itu, mereka juga harus mampu menunjukkan kesiapan bisnis melalui data, model bisnis, dampak, dan strategi implementasi yang matang di hadapan para juri internasional.

    “Pengalaman ini sangat membuka wawasan kami. Kami belajar bahwa startup global tidak hanya membutuhkan ide yang kreatif, tetapi juga harus memiliki kebutuhan pasar yang jelas, model bisnis yang kuat, dan dampak yang dapat dipertanggungjawabkan. Ke depan, kami ingin terus mengembangkan SPYRAGO agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Zahra.(rin)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru