More
    BerandaPendidikanFKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Kolaboratif untuk Cegah Stunting pada Delapan SD...

    FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Kolaboratif untuk Cegah Stunting pada Delapan SD di Bojonegoro

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 8 Juli 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) memimpin pengabdian masyarakat kolaboratif untuk mendeteksi dini risiko stunting pada 295 siswa dari delapan sekolah dasar di Kabupaten Bojonegoro, Senin (6/7/2026). Melalui pemeriksaan antropometri, FKH UNAIR menggandeng Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Vokasi (FV), Dinas Peternakan dan Perikanan, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro guna memperkuat upaya pencegahan stunting sejak usia sekolah.

    Dekan FKH UNAIR, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes., mengatakan bahwa tema stunting dipilih karena selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam percepatan penurunan stunting. Menurutnya, pemeriksaan antropometri menjadi langkah awal yang penting untuk memperoleh gambaran status gizi anak sekaligus mendeteksi potensi gangguan pertumbuhan sejak dini.

    “Pemeriksaan antropometri menjadi langkah penting untuk mengetahui status gizi anak sehingga apabila terdapat indikasi stunting dapat diketahui lebih awal,” ujarnya.

    Prof. Lilik menambahkan bahwa FKH UNAIR tidak hanya berfokus pada kesehatan hewan, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Pemenuhan gizi, khususnya protein hewani yang berkualitas, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, FKH UNAIR menggandeng berbagai fakultas dan pemerintah daerah agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan.

    Ketua Pengabdian Masyarakat FKH UNAIR, Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si., PAVet.(K)., menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini difokuskan pada siswa kelas IV, V, dan VI yang berada pada masa pra-pubertas. Pada fase tersebut, anak masih memiliki peluang mengejar pertumbuhan apabila ditemukan gangguan status gizi sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

    Prof. Widjiati menambahkan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu disiplin ilmu saja. Oleh sebab itu, FKH UNAIR menggandeng FK dan FV agar proses pemeriksaan, analisis, hingga rekomendasi tindak lanjut dilakukan sesuai kompetensi masing-masing bidang.

    Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kehadiran UNAIR akan memberikan dampak besar tidak hanya bagi sektor pendidikan, tetapi juga sektor lain. “Selama ini sekolah lebih banyak mengukur potensi akademik siswa. Pemeriksaan antropometri menjadi masukan penting bagi kami karena kondisi fisik anak juga mempengaruhi pencapaian akademik maupun non akademik,” katanya.

    Apresiasi juga disampaikan Kepala SDN Banjarjo II, Juwono, yang sekolahnya menjadi salah satu lokasi kegiatan. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya dan memastikan hasil pemeriksaan akan diteruskan kepada orang tua sebagai bahan tindak lanjut bersama.

    Sebanyak 58 dosen yang terdiri atas 48 dosen FKH, 9 dosen FK, dan 1 dosen FV diterjunkan dalam kegiatan ini. Tim dibagi ke delapan sekolah dasar, yakni SDN Banjarjo II, SDN Pacul III, SDN Mayangrejo, SDN Pungpungan, SDN Talok, SDN Bakalan II, SDN Bendo, dan SDN Sambiroto yang tersebar di Kecamatan Bojonegoro, Kalitidu, dan Kapas.

    Sebagai informasi, kegiatan tersebut merupakan tahap ketiga dari program pengabdian masyarakat berkelanjutan FKH UNAIR di Bojonegoro. Sebelumnya, tim telah membentuk desa binaan ternak bebek dan ayam petelur di Kecamatan Kanor, kemudian melanjutkan pendampingan melalui bimbingan teknis dan penyuluhan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru