Jember 10 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar Panen Tebu Bersama di Kebun Pabrik Gula (PG) Semboro, Kabupaten Jember, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, jajaran manajemen PT SGN, petani tebu, serta para pemangku kepentingan sektor pergulaan.
Panen tebu bersama ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, BUMN, TNI, dan petani dalam memperkuat ekosistem industri gula nasional. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri gula sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menegaskan bahwa sektor pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan negara sehingga membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa.
“Ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Apa yang dilakukan PT SGN bersama para petani menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan strategis. Kami mengapresiasi langkah-langkah yang terus dilakukan untuk memperkuat sektor pergulaan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina APTRI, Arum Sabil, menilai kemitraan yang erat antara petani dan pabrik gula menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat daya saing industri gula nasional.
“Petani membutuhkan kepastian, pendampingan, dan sinergi yang berkelanjutan. Ketika petani tumbuh bersama pabrik gula, maka industri gula nasional juga akan semakin kuat. Semangat kebersamaan inilah yang harus terus dijaga,” katanya.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menegaskan keberhasilan industri gula tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak dalam visi yang sama.
“PT SGN terus membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, pemerintah, hingga berbagai institusi strategis. Penguatan ekosistem industri gula menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mendukung target swasembada gula nasional. Kami meyakini bahwa keberhasilan industri gula adalah keberhasilan bersama,” ujar Mahmudi.
Menurutnya, PT SGN akan terus mendorong peningkatan produktivitas melalui penguatan kemitraan dengan petani, penerapan inovasi di sektor budidaya dan pengolahan, serta pengembangan tata kelola industri yang lebih modern dan berkelanjutan.
Melalui berbagai upaya tersebut, PT SGN optimistis dapat mempercepat terwujudnya industri gula nasional yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. (myo)
