Lumajang, 9 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat respons terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Argosari, Kecamatan Senduro. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang telah digerakkan sejak Kamis (6/8/2026) untuk memperkuat kesiapsiagaan dan pemantauan perkembangan kebakaran di wilayah Lumajang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pengerahan personel dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perkembangan kebakaran menuju wilayah Lumajang. Personel disiagakan secara bergantian sehingga pemantauan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami melakukan monitoring dan menyiapkan langkah-langkah apabila api merambat ke wilayah Lumajang. Sampai kemarin, 5 Agustus 2026, situasi masih terkendali,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Pada Sabtu (8/8/2026), Regu TRC Siaga Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla BPBD Lumajang kembali bergerak menuju Desa Argosari sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan koordinasi lanjutan dan membantu penanganan kebakaran di kawasan TNBTS.
Tim tiba di Rest Area B29 sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan tim gabungan penanganan kebakaran. Sekitar pukul 11.00 WIB, personel BPBD Lumajang bergerak menuju titik api di kawasan Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor.
Sekitar pukul 13.00 WIB, tim tiba di Ledok Bedor untuk melakukan pemadaman dan monitoring kondisi kebakaran. Setelah penanganan lapangan, personel kembali ke Kantor BPBD Kabupaten Lumajang sekitar pukul 16.00 WIB karena kondisi mulai memasuki malam.
“Kami mengirim satu regu untuk melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan jajaran terkait, termasuk masyarakat setempat, agar langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila kondisi berkembang,” tambah Isnugroho.
Penanganan di lapangan melibatkan TNBTS Resort Ranupane, BPBD Kabupaten Lumajang, Babinsa Argosari, Polsek Senduro, serta Masyarakat Peduli Api dari Desa Ranupane dan Argosari. Koordinasi juga dilakukan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Senduro.
Tim gabungan melakukan penanganan secara manual dengan membuat sekat api dan gepyokan menggunakan dahan atau ranting basah. Untuk mencegah api menyambar vegetasi lainnya, dilakukan pula pemotongan pohon yang berada di sekitar jalur alternatif.
Penanganan dari darat diperkuat dengan dukungan water bombing. Pada Jumat (7/8/2026), dua unit helikopter melakukan water bombing dengan mengambil air dari Ranu Regulo. Upaya serupa kembali dilakukan pada Sabtu (8/8/2026).
Berdasarkan assessment BPBD Lumajang, penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi oleh petugas yang berwenang. Sementara luas area yang terbakar masih dalam proses asesmen dan penghitungan oleh TNBTS.
BPBD Lumajang terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan penanganan berlangsung terpadu dan perkembangan situasi dapat dipantau secara berkelanjutan.
Melalui pengerahan TRC sejak awal, penanganan langsung di lapangan, koordinasi lintas unsur, serta dukungan pemadaman dari udara, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat upaya pengendalian karhutla di kawasan TNBTS dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
